
GUNUNGSITOLI – Srikandinews.com. Dugaan penyelewengan Dana Desa kembali mengguncang Kota Gunungsitoli. Kali ini, proyek pembangunan 31 unit Jamban Keluarga (septic tank) di Desa Lolomboli, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, senilai Rp122 juta dari SiLPA TA 2025 memicu amarah warga akibat fisiknya yang dinilai janggal, asal-asalan, hingga terindikasi fiktif.
Konflik mencuat setelah warga menemukan keanehan ekstrem di lapangan. Fasilitas sanitasi yang seharusnya menjadi tempat pembuangan kotoran justru tampak seperti bak penampungan air terbuka. Lebih parah lagi, ditemukan modus bangunan yang hanya berupa penutup beton di atas permukaan tanah, tanpa ada lubang galian maupun tabung penampung di bawahnya.
“Ini bukan septic tank, ini cuma semen penutup di atas tanah! Di lokasi lain malah jadi bak air. Kami mendesak aparat penegak hukum segera turun dan bongkar paksa beton-beton itu untuk melihat borok proyek ini,” cetus Lase, seorang warga setempat dengan nada geram, Rabu (07/10/2026).
Lase juga membongkar adanya dugaan penggelapan unit. Dari total 31 unit yang dianggarkan, dua unit di antaranya raib tanpa jejak dan lokasi pembangunannya misterius. Di sisi lain, pembagian bantuan ini dinilai sarat nepotisme karena warga miskin yang benar-benar membutuhkan justru didepak dari daftar penerima manfaat.
Merespons gejolak ini, Pj. Kepala Desa Lolomboli, Nurmisna Wati Harefa, sempat melemparkan tanggung jawab saat dikonfirmasi awal. “Biar saya tanya sama pihak pelaksana dulu ya,” kelitnya via WhatsApp.
Namun, setelah didesak gelombang protes, Nurmisna memberikan pembelaan sepihak pada Jumat (09/10/2026). Ia mengklaim telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. “Saya sudah cek lapangan, beberapa septic tank sudah selesai dikerjakan dan tidak ada yang dibuat menjadi kolam. Dan pekerjaan masih berjalan belum seratus persen,” klaimnya melalui pesan singkat.
Kendati dibantah oleh pihak desa, warga tetap bersikeras meminta Inspektorat dan penegak hukum untuk tidak percaya begitu saja pada laporan administratif. Warga menuntut audit investigatif menyeluruh guna mencocokkan anggaran ratusan juta tersebut dengan kualitas fisik di lapangan yang diduga kuat merugikan keuangan negara.
(Arius Mendrôfa)
Srikandinews media online