Kepri,srikandinews.com Proyek pengembangan wisata yang akan dan telah di bangun dengan lahan seluas lapangan bola kaki,telah di rancang dan dilaksanakan pada salah satu desa wisata terpadu di kabupaten Karimun tepatnya didesa Tulang.
Rancangan proyek tersebut di balut dalam sebuah ultimatum pengerjaan nya pada bulan Juli 2023, namun setelah mendapat kekurangan serta kendala teknis lainnya maka proyek yang bernilai 700 juta dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2023.
Tahap pengerjaan selama bulan Agustus dan sampai bulan Oktober 2023 mengalami kemacetan terutama di bagian teknis bahan material kutipan dari berbagai sumber di pemegang pekerjaan.
Sehingga grup pertama yang mengerjakan itu banyak tidak kerja karena ketidaksediaan bahan baku nya,tutur pekerja awal pada media ini ia sampaikan pada bulan Oktober akhir.
Sehingga timbul indikasi korupsi waktu atau asumsi masyarakat melemparkan pertanyaan kenapa proyek ini tak selesai sesuai waktu ?.
Dan usai beberapa waktu berlangsung telah terbengkalai,masuk grup berikutnya, untuk menyiapkan pengerjaan proyek mini zoo yang telah di beri batas waktu dan lokasi pekerjaan yang di dahulu dilaksanakan pengerjaan nya.
Tetapi, dalam pengerjaan nya masih juga mengalami kendala seperti kondisi alam dan bahan banguan yang kurang.
Menurut pekerja yang berhasil di himpun,bahwa proyek ini adalah sudah di ambang tepi jurang dan seharusnya sudah masuk fase finising bukan mengerjakan dari awal ungkap pekerja yang enggan identitinya di publis.
Ketika di konfirmasi ke penanggung jawab proyek,soal keterlambatan di sana sini Boli tidak dapat memberikan informasi yang sebenarnya.
Sehingga untuk mengejar target dan waktu,pekerja di paksa untuk lembur bekerja siang dan malam tanpa di beking oleh BPJS ketenagakerjaan.
Srikandinews media online