
Gunungsitoli – Srikandinews.com. Proyek pembangunan septic tank di Desa Lolomboli, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli menuai protes keras dari masyarakat setempat. Perwakilan warga secara tegas mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Inspektorat Daerah untuk segera turun ke lapangan guna memeriksa proyek yang diduga kuat mangkrak total tersebut.

Fasilitas yang semula diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi warga, disinyalir kuat hanya dikerjakan sebagai formalitas. Menurut laporan warga, pengerjaan diduga hanya diselesaikan pada bagian penutup atasnya saja, sementara fungsi utamanya sama sekali tidak dapat dipergunakan. Warga merasa hak mereka dikebiri dan mengendus adanya indikasi kuat penyalahgunaan anggaran dalam proyek ini.
“Kami meminta pihak terkait tidak tinggal diam! Uang negara yang bersumber dari rakyat harus dipertanggungjawabkan. Kami mendesak adanya audit investigasi lapangan secepatnya. Jika terus dibiarkan, kami akan membawa tuntutan ini ke ranah hukum yang lebih tinggi,” ujar salah seorang perwakilan warga dengan nada geram.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka berhak mendapatkan output pembangunan yang nyata dan berfungsi, bukan sekadar proyek kosmetik yang menghamburkan anggaran daerah.
LP-KPK Minta Inspektorat dan Dinas PMD Tegas
Dugaan mangkraknya proyek sanitasi ini turut memicu respons keras dari lembaga swadaya masyarakat. Tim Direktorat Tindak Pidana Korupsi Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (Komnas LP-KPK), Agus Zebua, meminta instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret.
“Harusnya pihak Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tidak membiarkan dugaan korupsi seperti ini berlarut-larut. Harus ada tindakan tegas jika ditemukan ketidakberesan di lapangan,” kata Agus Zebua kepada awak media.
Ia menambahkan, pengawasan dari instansi pembina dan pengawas internal pemerintah sangat krusial agar uang negara yang dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat tidak diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Warga dan lembaga pengawas kini menunggu langkah nyata dari Inspektorat Kota Gunungsitoli untuk mengusut tuntas persoalan ini.
(Arius Mendrôfa)
Srikandinews media online