
SISARAHILI, NIAS UTARA – Srikandinews.com. Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Utara menunjukkan komitmen pelayanan publik yang luar biasa. Bergerak cepat tanpa menunda waktu, dalam kurun waktu kurang dari 1×24 jam setelah menerima laporan, tim dinas terkait langsung turun ke lapangan guna memantau kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Sisarahili, Desa Harefanaese, Kecamatan Alasa. Kamis (27/8/2026).
Fasilitas kesehatan ini diketahui telah terbengkalai selama kurang lebih 20 tahun. Padahal, keberadaan Pustu tersebut sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh warga setempat. Selama puluhan tahun, warga terpaksa menempuh jarak yang sangat jauh ke pusat Kecamatan Alasa hanya untuk mendapatkan akses pengobatan medis dasar.
Respons super cepat dari pemerintah daerah ini mendapat sambutan hangat dan pujian dari masyarakat. Eberius Hulu, salah seorang warga setempat, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran langsung pihak Dinas Kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas tanggap cepat dari pihak Dinas Kesehatan yang langsung turun memantau kondisi Pustu kami. Ini adalah langkah maju yang sangat kami syukuri,” ujar Eberius Hulu kepada Awak media.
Warga Memohon Perbaikan Jalan dan Jembatan Trauma ke Bupati
Meski masalah fasilitas kesehatan mulai menemui titik terang, Eberius Hulu mewakili warga masyarakat setempat juga menitipkan harapan besar lainnya kepada jajaran pemerintah daerah. Ia menyampaikan permohonan langsung yang ditujukan kepada Yang Terhormat Bupati Nias Utara, Bapak Amizaro Waruwu, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nias Utara.
Warga sangat memohon perhatian serius dari Bapak Bupati Amizaro Waruwu untuk melakukan pengaspalan jalan di wilayah tersebut. Akses jalan ini dinilai sangat krusial karena menjadi jalur utama bagi anak-anak sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA yang hendak menuju ke Kecamatan Alasa.
Selain jalan, kondisi infrastruktur penyeberangan juga menjadi kecemasan mendalam bagi masyarakat. Eberius Hulu mengungkapkan bahwa warga, khususnya para orang tua, didera rasa trauma setiap kali melepas anak-anak mereka pergi sekolah, terutama saat hujan turun.
“Kami warga setempat merasa trauma. Jembatan yang dibangun di atas Sungai Alasa menuju Dusun Sisarahili ini kondisinya sudah hampir rusak. Setiap kali hujan turun, kami selalu was-was dan didera rasa takut memikirkan keselamatan anak-anak yang harus melintasi jembatan dan sungai tersebut untuk sekolah,” pungkas Eberius Hulu dengan nada penuh harap.
Warga berharap, setelah respons cepat dari Dinas Kesehatan, giliran Dinas PU dan Bapak Bupati Nias Utara yang segera turun tangan memperbaiki jalan serta jembatan demi keselamatan generasi penerus bangsa di Desa Harefanaese. Ujarnya mengakhiri.
Penulis : Arius Mendrofa.
Srikandinews media online