
NIAS BARAT – Srikandinews.com – menyayangkan tindakan dikeluarkannya media tersebut dari grup PLN Menyapa (GFK01) setelah selama ini aktif menyampaikan informasi, kritik, serta keluhan masyarakat terkait pelayanan kelistrikan di wilayah Nias Barat.
Tindakan tersebut kini memunculkan pertanyaan: ada apa dengan kritik terhadap pelayanan listrik di Nias Barat?
Sebagai media, Srikandinews.com menilai penyampaian keluhan masyarakat merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan bukan bertujuan untuk memusuhi atau menjatuhkan pihak PLN, melainkan untuk menyuarakan keresahan pelanggan yang merasakan langsung dampak gangguan listrik.
Pemadaman Berulang, Masyarakat Bertanya
Keluhan mengenai pemadaman listrik disebut bukan hanya terjadi ketika musim hujan. Pada musim kemarau pun masyarakat masih kerap menghadapi gangguan listrik.
Tidak jarang pemadaman berlangsung berjam-jam. Bahkan, dalam kondisi tertentu, masyarakat mengaku harus menghadapi listrik padam hingga berhari-hari.
Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pendidikan, usaha kecil, komunikasi, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang membutuhkan pasokan listrik.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah apa sebenarnya penyebab utama gangguan listrik tersebut?
Tanaman Warga Dibersihkan, Listrik Tetap Padam
Selama ini, salah satu alasan yang kerap dikaitkan dengan gangguan jaringan adalah keberadaan pohon atau tanaman warga yang berada di sekitar jaringan listrik.
Masyarakat pun telah memberikan izin kepada petugas untuk melakukan pembersihan atau pemangkasan tanaman yang dianggap berpotensi mengganggu jaringan.
Namun persoalan baru muncul.
Setelah tanaman warga dibersihkan, termasuk tanaman produktif seperti pohon karet yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, gangguan listrik disebut masih terus terjadi.
Jika tanaman sudah dibersihkan, tetapi listrik tetap sering padam, sebenarnya apa penyebab gangguan tersebut?
Pertanyaan inilah yang membutuhkan jawaban terbuka dari pihak PLN.
Sebab, masyarakat tidak hanya kehilangan tanaman yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga masih harus menghadapi persoalan pemadaman listrik.
Siapa Bertanggung Jawab Jika Masyarakat Dirugikan?
Masyarakat tentu berhak mempertanyakan konsekuensi dari kebijakan pembersihan tanaman di sekitar jaringan.
Apabila tanaman warga harus ditebang demi kepentingan keamanan dan keandalan jaringan listrik, tentunya masyarakat berharap langkah tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Namun jika setelah dilakukan pembersihan gangguan listrik masih terus terjadi, maka wajar apabila muncul pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan jaringan dan penyebab sebenarnya dari pemadaman.
Masyarakat juga berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal pemeliharaan, penyebab gangguan, estimasi waktu pemulihan, serta langkah yang dilakukan PLN untuk mencegah gangguan berulang.
Dikeluarkan dari Grup PLN Menyapa, Mengapa?
Yang kemudian menjadi perhatian serius Srikandinews.com adalah tindakan dikeluarkannya media tersebut dari grup PLN Menyapa (GFK01).
Srikandinews.com mempertanyakan apakah penyampaian kritik dan keluhan masyarakat menjadi alasan media dikeluarkan dari grup tersebut.
Jika benar demikian, tentu hal tersebut menjadi preseden yang patut dipertanyakan.
Apakah grup komunikasi PLN hanya diperuntukkan bagi informasi yang bersifat positif, sementara kritik terhadap pelayanan justru dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari?
Media tidak seharusnya hanya menjadi penyampai informasi yang menyenangkan bagi institusi. Media juga memiliki kewajiban menyampaikan keresahan masyarakat ketika pelayanan publik dinilai bermasalah.
PLN Jangan Alergi terhadap Kritik
Srikandinews.com menegaskan bahwa kritik terhadap pelayanan PLN bukan berarti memusuhi PLN.
Justru sebaliknya, kritik dapat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada pelanggan semakin baik.
Jika masyarakat mengalami pemadaman berulang, mereka membutuhkan tempat untuk menyampaikan keluhan. Jika media menyampaikan keluhan tersebut, semestinya hal itu dapat menjadi bahan komunikasi dan klarifikasi, bukan justru berujung pada penghapusan akses komunikasi.
Jika kritik dianggap sebagai kesalahan, lalu kepada siapa masyarakat harus menyampaikan keluhannya?
Pertanyaan tersebut kini layak dijawab oleh pihak PLN.
Srikandinews.com juga meminta PLN ULP Nias Barat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, termasuk apakah persoalan tersebut berkaitan dengan kondisi jaringan, pembangkit, pemeliharaan, gangguan teknis, atau faktor lainnya.
Masyarakat Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Penjelasan
Listrik saat ini bukan lagi kebutuhan sekunder. Listrik menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Sekolah membutuhkan listrik. Pelaku UMKM membutuhkan listrik. Rumah tangga membutuhkan listrik. Komunikasi dan aktivitas ekonomi masyarakat juga sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.
Karena itu, masyarakat tidak menuntut pelayanan yang sempurna.
Mereka hanya meminta listrik yang lebih stabil, informasi pemadaman yang transparan, respons terhadap pengaduan, serta pelayanan yang bertanggung jawab.
Srikandinews.com berharap PLN tidak menempatkan media sebagai pihak yang berseberangan, tetapi sebagai mitra kontrol sosial yang membantu menyampaikan kondisi nyata di lapangan.
Kini masyarakat menunggu jawaban PLN: mengapa pemadaman masih terus terjadi, apa penyebab sebenarnya, bagaimana pertanggungjawaban terhadap dampak yang dialami masyarakat, dan mengapa media yang menyampaikan kritik justru dikeluarkan dari grup komunikasi PLN?
Srikandinews.com— Menyuarakan Aspirasi Masyarakat, Bukan Membungkam Kritik
Editor: suhaimi
Srikandinews media online