Home / Lampung / Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngarip, Ulu Belu, Diduga Arogan dan Coba Suap Wartawan

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngarip, Ulu Belu, Diduga Arogan dan Coba Suap Wartawan

Tanggamus, Lampung – Srikandinews.com. Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, diduga bersikap arogan dan berusaha menyuap Jurnalis yang sedang melakukan tugas kontrol sosial di kantornya.

Insiden ini terjadi pada hari Senin (26/08/2024) saat Tim Awak Media menyoroti dugaan korupsi dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah.

Kejadian bermula ketika Jurnalis dari media online yangt ada di Tanggamus, beserta rekannya dari media Espos Lampung, memisahkan diri untuk menjalankan tugasnya masing-masing.

Rekan jurnalis tersebut mendatangi Kantor Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngarip, sementara temannya menuju Kantor SPLP yang letaknya berdekatan. Setelah sampai di Kantor SPLP dan mendapati bahwa pejabat terkait sedang tidak berada di tempat, Ia segera menuju Kantor SD Negeri 1 Ngarip untuk bergabung kembali dengan rekannya.

Sesampainya di Kantor Kepala Sekolah, mereka bertemu dan sempat berbincang dengan Purwanto. Pada saat itu, Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngarip sedang mengadakan rapat dengan Dewan Guru yang segera selesai beberapa saat kemudian. Setelah rapat, kepala sekolah menyapa dan berjabat tangan dengan para jurnalis sebelum menuju ruang kerja.

Namun, tidak lama setelah itu, Kepala Sekolah kembali ke ruang tamu tempat jurnalis tersebut berada dan tiba-tiba menyerahkan selembar amplop. Jurnalis pun bertanya, “Apa ini, Pak?”, yang dijawab dengan nada tinggi oleh Kepala Sekolah, “Iya, sudah kalau tidak mau, Saya juga banyak urusan kok, mau pulang.”

Tindakan ini disusul dengan Kepala Sekolah yang mencoba memberikan amplop tersebut kepada rekan jurnalis lain. Kepala Sekolah pun bersikap kurang bersahabat, bahkan dengan nada tinggi menyatakan bahwa dirinya juga hendak pulang. Situasi semakin memanas ketika mereka hendak berpamitan namun Kepala Sekolah justru mengeluarkan ponselnya dan tanpa izin mengambil foto jurnalis tersebut.

Merasa tidak nyaman dengan tindakan tersebut, jurnalis menanyakan alasan di balik pengambilan foto tersebut. Kepala Sekolah menjawab, “untuk bukti aja.”.

Mereka kemudian mengingatkan bahwa tindakan pengambilan foto tanpa izin bisa dikenai pidana, yaitu perbuatan tidak menyenangkan. Mereka juga menegaskan bahwa bila Kepala Sekolah meminta izin dengan baik-baik, mereka tidak akan keberatan memberikan fotonya.

Meskipun begitu, Kepala Sekolah tetap melanjutkan pengambilan foto dengan berkata, “Ini saya foto kita semua juga kok,” sambil tersenyum dengan percaya diri. Merasa situasi tidak kondusif, mereka pun akhirnya menyerahkan pemberitaan mereka kepada Kepala Sekolah dan segera meninggalkan ruangan.

Kejadian ini tidak hanya mengungkap masalah etika dan sikap profesional Kepala Sekolah, tetapi juga menambah perhatian terhadap dugaan adanya korupsi dalam pengelolaan dana BOS di SD Negeri 1 Ngarip. Media ini akan mendalami lebih lanjut mengenai penggunaan dana BOS di sekolah tersebut yang diduga kuat terjadi penyimpangan.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan komunikasi antara pihak sekolah dan media, serta pentingnya integritas dalam pengelolaan dana pendidikan. (Dodi/Tim).

Hingga berita ini ditayangkan, Wartawan Srikandinews.com masih berusaha mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah. 

Share this:

About srikaninews

4 comments

  1. Telif hakkı koruması SEO danışmanlık hizmeti alarak Google sıralamalarında üst sıralara çıktık. https://www.royalelektrik.com/basibuyuk-elektrikci/

  2. Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

  3. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

  4. Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *