
Botolakha, Nias Utara – Srikandinews.com / Alih-alih menunjukkan sikap kooperatif dan memberikan klarifikasi yang cerdas, Terius Zai, warga Dusun 1 Desa Botolakha, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, justru mempertontonkan arogansi yang memuakkan saat dikonfirmasi oleh awak media. Pria yang kini menjadi sorotan publik ini diduga kuat telah menyebarkan fitnah dan melakukan pencemaran nama baik terkait identitas Bapak Tengah-nya sendiri (Bapak Talu), Lafaogo Zai, S.Th. Jum’at (30/10/2026).
Perseteruan ini bermula dari ocehan Terius Zai melalui sambungan telepon. Dengan nada tinggi dan penuh percaya diri, ia mengklaim bahwa nama asli Bapak Tengah-nya (Bapak Talu-nya) bukan Lafaogo Zai, melainkan Lafoyo Zai. Tak tanggung-tanggung, oknum Terius bahkan melontarkan makian dan menyebut bahwa nama Lafaogo Zai dulunya tidak disetujui oleh kakek mereka.
Demi menjaga keberimbangan informasi (cover both sides), Awak Media, melayangkan surat konfirmasi resmi pada Jumat (30/10/2026). Surat tersebut berisi pertanyaan mendasar mengenai keabsahan dokumen hukum dan dasar klaim sejarah yang digembar-gemborkan oleh Terius.
Namun, respons yang diberikan oleh Terius Zai justru sangat mencederai profesi jurnalisik dan mencerminkan kepanikan yang dibungkus arogansi. Alih-alih menjawab poin-poin pertanyaan secara substansial, oknum Terius Zai malah membalas dengan kalimat bernada merendahkan dan melecehkan integritas media.
“Kirim nomor rekeningmu (Kirim nomer rekening mo ua), perbanyak belajar ya, dan lanjutkan beritamu nanti ditagih sama bosmu,” tantang Terius kepada wartawan, sebuah jawaban yang diduga kuat sebagai upaya pembungkaman sekaligus penghinaan terhadap profesi pers.
Di tempat terpisah, Lafaogo Zai, S.Th., selaku korban dari klaim sepihak tersebut, langsung meradang mendengarkan pernyataan keponakannya itu. Dengan tegas, Lafaogo membantah seluruh ucapan Terius dan menyebutnya sebagai kebohongan publik yang tak berdasar.
“Apa yang disampaikan oleh Terius Zai melalui media itu sama sekali tidak benar! Itu murni fitnah keji dan pencemaran nama baik saya. Nama saya adalah Lafaogo Zai, diberikan oleh orang tua saya bahkan jauh sebelum Terius itu lahir ke dunia ini. Nama ini sudah sah, baik secara adat maupun secara hukum pemerintah,” tegas Lafaogo Zai dengan nada geram.
Tak main-main dengan harga dirinya yang diinjak-injak, Lafaogo Zai menyatakan tidak akan tinggal diam atas ulah lancang Terius. Ia memastikan akan membawa kasus dugaan fitnah ini ke ranah hukum.
“Terkait fitnah dan penghinaan ini, saya akan segera menempuh jalur hukum dan melaporkan Terius Zai kepada aparat penegak hukum. Biar dia mempertanggungjawabkan kesombongannya di depan hukum!” pungkas Lafaogo mengakhiri.
Kini, bola panas akan diserahkan di tangan penegak hukum. Publik pun menanti, apakah sikap “petantang-petenteng” Terius Zai ini yang mencoba meremehkan Bapak Tengah-nya (Bapak Talu-Nya) beserta media dan hukum ini akan tetap bertahan saat dirinya kelak yang akan diperiksa di kantor polisi?
(Tim)
Srikandinews media online