
Nias Barat, Srikandinews.com – Suara dan harapan masyarakat Desa Sitolu’ewali kembali disampaikan secara terbuka kepada Bupati Nias Barat, Bapak Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., terkait kondisi pemerintahan desa, persatuan masyarakat, dan arah pembangunan di wilayahnya. Desa Sitolu’ewali bukan desa kecil — desa ini memiliki sembilan dusun dan merupakan salah satu desa yang cukup besar di Kabupaten Nias Barat. Dengan potensi dan jumlah dusun yang begitu luas, warga mempertanyakan mengapa kekompakan masyarakat dan kemajuan pembangunan desa belum berjalan sebagaimana yang diharapkan dan pernah disepakati bersama.
HARAPAN YANG PERNAH DISAMPAIKAN — DULU KITA SERING BERSAMA :
Kepada Bupati, warga Desa Sitolu’ewali kembali mengingatkan harapan yang pernah disampaikan ketika kita masih sering bersama dan membicarakan masa depan desa ini. Saat itu, semangat untuk membangun Sitolu’ewali menjadi desa yang maju, bersatu, dan sejahtera begitu kuat. Namun kenyataannya hingga saat ini, masyarakat masih melihat adanya hal-hal yang menghambat kemajuan tersebut.
DESA BESAR, POTENSI BESAR — TAPI KENAPA BELUM MAJU SEPENUHNYA?
“Desa kami bukan desa kecil. Sitolu’ewali memiliki sembilan dusun dan merupakan salah satu desa yang cukup besar. Karena itu, kami mempertanyakan: mengapa dengan potensi dan jumlah dusun yang begitu besar, kekompakan masyarakat dan pembangunan desa masih belum berjalan sebagaimana yang kami harapkan?”
Warga menegaskan bahwa Desa Sitolu’ewali memiliki sumber daya manusia, luas wilayah, dan semangat gotong royong yang seharusnya mampu membawa desa ini jauh lebih maju. Namun kenyataannya, masih ada hal-hal yang justru memecah belah masyarakat.
MASYARAKAT TIDAK INGIN TERUS DIPECAH BELAH KEPENTINGAN :
“Kami tidak ingin Desa Sitolu’ewali terus berjalan dengan pola yang membuat masyarakat terpecah berdasarkan kepentingan atau pilihan masing-masing. Kalau masyarakat terus dipisahkan oleh kepentingan tertentu, bagaimana desa ini bisa maju?”
Pembagian masyarakat berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu adalah musuh terbesar kemajuan desa. Selama warga tidak bersatu, segala potensi yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Persatuan adalah modal utama pembangunan.
LAHIRKAN PUTRA-PUTRI TERBAIK — BUKAN SEKADAR MEMILIKI JABATAN
“Kami juga berharap ke depan Desa Sitolu’ewali mampu melahirkan putra-putri terbaik yang benar-benar dipercaya masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan desa, termasuk menjadi wakil rakyat di DPRD. Bukan sekadar memiliki jabatan, tetapi mampu membawa suara masyarakat dan memperjuangkan pembangunan desa.”
Warga menginginkan pemimpin yang lahir dari kepercayaan rakyat, bukan yang lahir dari rekayasa atau kepentingan kelompok. Pemimpin yang benar-benar memahami penderitaan dan harapan warga, serta berani berjuang untuk kemajuan Desa Sitolu’ewali di mana pun ia berada.
PENGELOLAAN ANGGARAN DESA HARUS TRANSPARAN — TIDAK ADA RUANG UNTUK KKN!
“Sebagai warga yang peduli, kami juga meminta agar pemerintahan Desa Sitolu’ewali benar-benar diperhatikan dan diawasi. Pengelolaan anggaran desa harus transparan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Jangan sampai ada ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).”
Uang desa adalah uang rakyat, bukan milik pribadi maupun kelompok. Setiap rupiah yang masuk dan keluar wajib diketahui oleh seluruh warga. Papan informasi anggaran, laporan realisasi, dan keterbukaan dalam setiap pengelolaan keuangan desa adalah hak mutlak masyarakat. Praktik KKN sekecil apa pun tidak boleh dibiarkan merusak masa depan desa.
KAMI TIDAK MENCARI KESALAHAN — KAMI MEMPERTANYAKAN MASA DEPAN DESA :
“Kami tidak sedang mencari kesalahan siapa pun. Kami sedang mempertanyakan masa depan desa kami.”
Ini bukan soal siapa benar dan siapa salah. Ini soal ke mana Desa Sitolu’ewali akan dibawa ke depan. Apakah akan terus tertinggal, terpecah belah, dan tertutup? Atau akan bangkit bersatu, terbuka, dan maju bersama? Pertanyaan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat maupun pemerintahan desa — termasuk Bupati selaku pemimpin tertinggi di Kabupaten Nias Barat.
KETERBUKAAN ADALAH JALAN KELUAR — JANGAN TAKUT PERTANYAAN RAKYAT :
“Kalau ada yang merasa terganggu karena masyarakat mulai bertanya, justru di situlah pentingnya keterbukaan. Sebab uang desa bukan milik pribadi, jabatan bukan milik keluarga, dan pembangunan bukan untuk kelompok tertentu. Semuanya harus kembali kepada kepentingan masyarakat.”
Rakyat mulai bertanya bukan berarti rakyat memberontak — itu tanda rakyat mulai peduli. Dan keterbukaan adalah satu-satunya cara menjawab setiap pertanyaan tersebut. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi karena segala sesuatu yang berhubungan dengan uang rakyat dan jabatan publik wajib diketahui oleh rakyat itu sendiri.
SEMANGAT “NIAS BARAT CERAH DAN BERSINAR” — JANGAN HANYA SLOGAN
“Kami berharap semangat pemerintahan yang pernah Bapak sampaikan tentang Nias Barat yang ‘Cerah dan Bersinar’ jangan hanya menjadi slogan. Kami ingin melihat cahaya itu benar-benar sampai ke Desa Sitolu’ewali.”
Warga Desa Sitolu’ewali mendukung visi Bupati Nias Barat. Namun slogan yang indah harus dibuktikan dengan kenyataan yang dirasakan sampai ke pelosok desa. Cahaya Nias Barat yang “Cerah dan Bersinar” harus menyinari juga Desa Sitolu’ewali — bukan hanya di pusat pemerintahan atau di desa-desa yang lebih mudah dijangkau. Semua desa berhak mendapatkan perhatian yang sama.
SATU HARAPAN SATU TUJUAN — DESA SITOLU’EWALI MAJU, BERSATU, BERSIH!
“Kami masyarakat Sitolu’ewali hanya ingin satu hal: desa kami maju, masyarakatnya bersatu, pemerintahannya bersih, dan pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh warga.”
Itulah satu-satunya harapan yang paling tulus dari seluruh warga Desa Sitolu’ewali kepada Bupati Nias Barat dan kepada seluruh pemimpin di desa ini. Tidak ada kepentingan lain di atas kepentingan bersama. Tidak ada pembangunan yang boleh dirasakan oleh sebagian orang saja. Semua harus kembali kepada rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. (***)
Srikandinews media online