Home / Karimun / Tahun 2027 Desa Tulang Akan Mendapatkan Pembangunan Berbasis budaya Melayu.

Tahun 2027 Desa Tulang Akan Mendapatkan Pembangunan Berbasis budaya Melayu.

Tahun 2027 Desa Tulang Akan Mendapatkan Pembangunan Berbasis budaya Melayu.(k/ft)

Selat Gelam,Srikandinews.com – Dalam momen pelaksanaan MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam pada bulan Mei akhir  kemarin pada momentum itulah Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memaparkan visi besar pembangunan Pulau/Desa  Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.

Di hadapan masyarakat pulau Tulang Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.

Menurutnya, momentum MTQ ini adalah merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai Islam.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun tidak pernah menolak modernisasi dan perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan para pendahulu.

“Kita tidak menghalangi modernisasi,Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang.

Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya lagi.

Bupati mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar yang memiliki adat dan adab penguat kehidupan di masyarakat Melayu kita.

Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Komitmen menjaga budaya tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.

“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya ujar Bupati Karimun.

Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun.

Menurutnya, Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.

“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayunologi serta memiliki Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah.

Pengembangan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang terutama kepada pelajar yang ada di desa tulang.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

Infrastruktur tersebut dinilai  sangat penting untuk membuka akses menuju kawasan tersebut yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.

“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut, Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,” jelasnya lagi.

Bupati meyakini pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya,Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu,” tutupnya.

Di kegiatan MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam akhir mei  tahun 2026 ini Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah mengajak masyarakat di perhelatan sela sela pelaksanaan MTQ, Selain menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu memilik tuan adat dan adab yang tinggi di Kabupaten Karimun.

(Aman)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *