Home / Kalimantan barat / Alat Tangkap Nelayan Renjong Banyak Rusak, Nelayan Apolo Harus Bertanggungjawab

Alat Tangkap Nelayan Renjong Banyak Rusak, Nelayan Apolo Harus Bertanggungjawab

Kayong Utara, Kalbar – Srikandinews.com Sejumlah Nelayan Pantai (Pukat Renjong) di Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara mengeluhkan banyaknya alat tangkap mereka yang rusak akibat terseret pukat Apolo. Sabtu(09/03/2024).

Hermanto, perwakilan nelayan Renjong dari Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya kepada redaksi media ini menuturkan, bahwa akibat maraknya para nelayan pukat Apolo yang melakukan operasi(penangkapan ikan) hingga ke tepi Pantai mengakibatkan sejumlah nelayan kecil mengalami kerugian karena alat tangkap mereka terseret dan rusak.

Oleh karena itu pihaknya meminta instansi terkait yang berwenang agar melakukan penertiban, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan.

” Tidak sedikit kerugian kami, dimana alat tangkap(pukat) kami pada rusak dan terseret oleh pukat Apolo yang beroperasi hingga ke tepi pantai. Karena itu kami berharap agar ada tindakan dari instansi terkait yang berwenang agar melakukan tindakan atau penertiban, “papar Hermanto.

Hermanto melanjutkan, jika tidak ada tindakan atau kebijakan dari pihak berwajib, maka jagan salahkan jika para nelayan kecil mengambil tindakan sendiri.

” Kami kasi waktu dalam seminggu kedepan, jika tidak ada kebijakan dan tindakan dari pihak terkait, maka jangan salahkn kami, jika kami mengambil tindakan sendiri, sebab keluhan kami tidak digubris. Kami sudah cukup bersabar, dan kami menunggu itikad baik dari para pengurus nelayan bagaimana tindakannya atas kerugian yang kami alami. Kami ini nelayan kecil yang hanya menggantungkan hasil laut dengan alat sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi jika periuk kami terganggu kesabaran kami juga ada batasnya, ” Lanjut Herman.

Herman menambahkan kalau pihaknya sudah ada bersurat kepada Polsek menyampaikan keluhan yang mereka alami, serta sudah membuat laporan ke pihak PSDKP namun belum ada titik terang akan ditanggapi.

” Kami sudah mengirimkan surat ke Polsek terkait masalah ini, namun belum ada titik terangnya, dan kami juga sudah melapor ke PSDKP juga belum ada jawaban, apakah menunggu sudah terjadi kerusuhan baru ada tindakan..??? Bagi para nelayan Apolo tolonglah kita saling menghargai, kita sama-sama cari makan, silahkan mereka berusaha namun mesti mengikuti aturan dan kesepakatan, janganlah mereka sampai masuk zona yang memang tidak diperbolehkan, ” tambah Herman.

Menurut Herman sementara ada 8 nelayan Renjong yang alat tangkap(pukat) nya yang rusak, hingga mereka mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

” Saat ini ada 8 orang yang pukatnya rusak berat bahkan sebagian terseret, kerugian yang kami alami hingga puluhan juta, kami minta ganti rugi kepada mereka yang sudah merusak pukat-pukat milik kami, “cetus Herman.

Dilain pihak Ketua Nelayan Kecamatan Pulau Maya, Abdul Murad saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya memang betul adanya kejadian tersebut, beberapa nelayan alat tangkap nya rusak dan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Karena itu kami berharap ada solusi dari pihak-pihak yang bersangkutan demi menjaga keamanan dan situasi yang kondusif, ” ujar Abdul Murad.

Murad mengingatkan, agar persoalan tersebut harus segera diambil kebijakan, jangan sampai pihak yang merasa dirugikan nantinya melakukan tindakan diluar dugaan. Dan dia selaku ketua Nelayan sedang melakukan komunikasi dengan para pengurus kelompok nelayan baik yang ada di Ketapang, maupun yang ada di Kayong Utara khusunya yang menggunakan pukat Apolo.

” Kita berharap hal ini sesegera mungkin bisa diselesaikan dan ada tindakan dan kebijakan dari pihak terkait, kita tidak mau nanti masyarakat kita malah terjadi bentrokan yang nanti juga akan ada pihak yang menjadi korban atau berurusan dengan hukum, ” kata Murad.

Murad juga menghimbau kepada rekan rekan nelayan nya agar tetap bersabar dan menahan diri.

” Saya juga memng himbau kepada kawan kawan nelayan renjong agar bersabar dan menahan diri, kita tunggu tanggapan dari Pemerintah atau instansi yang berkaitan terhadap permasalahan ini. Harapan kita agar ada solusi yang terbaik. Kita sama-sama mencari makan jagan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan, ” pungkas Abdul Murad.

Penulis: Verry

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *