Home / Tanjungpinang / Sebagai Aksi Nyata Pemuda Terhadap Lingkungan, Duta Papelingasih Kepri Bersih-bersih di Pantai Setumu

Sebagai Aksi Nyata Pemuda Terhadap Lingkungan, Duta Papelingasih Kepri Bersih-bersih di Pantai Setumu

Tanjungpinang – Srikandinews.com. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (PEPELINGASIH) Provinsi Kepulauan Riau tahun 2021 bersama core team World CleanUp Day (WCD) Provinsi Kepulauan Riau, Utari Sunia dan keluarga besar Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Hima Negara) FISIP UMRAH melaksanakan aksi bersih-bersih sampah di pantai Setumu, Kelurahan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda dan mahasiswa yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap asri dan bersih.

Diketahui, kerusakan lingkungan dan ekosistem alam khususnya di daerah bibir pantai salah satunya diakibatkan oleh sampah. Sangatlah perlu tindakan-tindakan nyata terhadap kondisi tersebut, agar alam tidak semakin parah mengalami kerusakan akibat sampah.

“Banyaknya jumlah sampah setiap hari yang berasal dari laut mengakibatkan kondisi pesisir akan rusak. Hal tersebut tentu akan mengancam kondisi ekosistem yang ada pada daerah pesisir. Jika tidak diambil langkah cepat dan nyata tentunya akan semakin runyam untuk diselesaikan,” Ujar Ketua Duta Papelingasih Provinsi Kepri Zulkarnain. Senin, (15/11).

Sampah menjadi salah satu faktor terjadinya climate change, dan sampah yang dibuang menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan cara yang berbeda-beda, sedangkan kontribusinya pada efek pemanasan global mencapai 15%.

Upaya preventif terhadap pencemaran sampah di daerah pesisir yaitu dengan melakukan bersih-bersih pantai secara intensif. Menjadi suatu tindakan yang rumit jika aksi-aksi kepedulian ini tidak dipupuk sejak dini dan tanpa kolaborasi seluruh elemen.

Semangat pemuda untuk terus menjaga lingkungan agar selalu asri dan bersih menjadi nilai positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan dilakukannya secara bersama maka menjadi suatu keniscayaan Indonesia akan memiliki gaya hidup zero waste.

Sebagai upaya pencegahan terhadap pencemaran lingkungan yang berkelanjutan, perlu adanya tindakan dini untuk meminimalisir pencemaran sampah khususnya pada daerah pesisir pantai. Dalam mendukung Indonesia Poros Maritim Dunia, tentu kondisi lingkungan yang asri dan bersih menjadi salah satu indikatornya

“Memang terdengar mustahil untuk hidup nol sampah namun, hal tersebut bukanlah 100% kita bebas dari sampah. Gaya hidup zero waste itu adalah bagaimana manusia mampu meminimalisir karbon atau sampah tersebut,” tutupnya.(Oyo).

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *