
Nias – Srikandinews.com / Indikasi penyelewengan dan tata kelola yang tidak akuntabel kembali menerpa program strategis nasional di tingkat desa. Kali ini, program dana ketahanan pangan di Desa Lolowua menjadi sorotan tajam setelah ditemukan adanya dugaan pembiaran serius terhadap aset pertanian yang didanai oleh uang negara tersebut.
Berdasarkan informasi dan pemantauan di lapangan, lahan pertanian serta perkebunan yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi warga kini kondisinya sangat memprihatinkan. Lahan yang bersumber dari anggaran ketahanan pangan desa tersebut hingga saat ini sama sekali tidak kunjung dibersihkan dari semak belukar. Tidak hanya telantar, area perkebunan ini juga tidak mendapatkan perawatan semestinya.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Desa Lolowua. Program yang digadang-gadang mampu memperkuat kedaulatan pangan desa justru berubah menjadi proyek mati suri. Ketiadaan aktivitas perawatan dan pengelolaan yang profesional menguatkan dugaan bahwa anggaran yang dialokasikan tidak terserap sesuai peruntukannya, melainkan menguap tanpa pertanggungjawaban yang transparan.
Dampak dari pembiaran ini sangat fatal. Tanpa adanya perawatan dan tata kelola yang jelas, lahan tersebut dipastikan gagal berproduksi. Hal ini secara langsung berpotensi besar merugikan keuangan desa dalam jumlah yang signifikan, mengingat investasi anggaran yang telah dikeluarkan sama sekali tidak memberikan hasil atau output yang jelas bagi kesejahteraan masyarakat desa Lolowua.
“Penggunaan herbisida untuk mematikan rumput di lahan program ketahanan pangan pisang Desa [Nama Desa] menonjolkan minimnya profesionalisme dari pihak penanggung jawab. Langkah instan ini tidak hanya berpotensi merusak ekosistem pertanian lokal, tetapi juga mencerminkan tata kelola anggaran yang tidak bijak. Mengingat program ini dibiayai oleh Dana Desa, tindakan abai tersebut sama saja dengan menghamburkan keuangan negara tanpa memedulikan asas keberlanjutan dan asas manfaat bagi masyarakat.”
Hingga berita ini diturunkan, Warga mendesak pihak otoritas terkait, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, untuk segera turun tangan memeriksa pengelolaan dana ketahanan pangan di Desa Lolowua, Kecamatan Hiliserangkai. Masyarakat meminta kejelasan dan transparansi penuh agar aliran dana desa tidak terus-menerus menjadi bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab, sementara ketahanan pangan warga dikorbankan.
(✍️Bersambung✍️)
Srikandinews media online