
Pekanbaru, Riau – Srikandinews.comm Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) Polda Riau, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. dinilai Ketua LSM Gerakan Anti Korupsi dan Penyelamatan Aset Negara (Gakorpan) DPD Prov. Riau, sekaligus Aktivis Lingkungan Hidup, Rahmad Panggabean, tidak mampu bekerja dalam pemberantasan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) skala besar di wilayah kerjanya.
Menurut Rahmad, Kapolres hanya mampu memberantas pelaku PETI skala kecil yang menggunakan mesin dompeng.
Padahal, lanjut Rahmad, aktivitas tambang emas ilegal di wilayah hukum Polres Kuansing sudah berkali – kali diberitakan. Bahkan, konfirmasi atau laporan informasi yang disampaikan ke Kapolres oleh Awak Media, tidak ditanggapi.
Rahmad menduga bahwa Kapolres Kuansing sengaja membiarkan para Pelaku PETI berskala besar yang menggunakan alat berat. Contohnya, Penambangan Emas Tanpa Izin di Desa Serosah, Kec. Hulu Kuantan, Kab. Kuansing, Riau yang disinyalir merupakan milik orang tua dari Oknum Polisi. Bahkan, lanjut Rahmad, ada dugaan Kapolres Kuansing menerima setoran agar tambang milik keluarga oknum polisi tersebut aman beraktifitas. Padahal, tambang emas ilegal terbesar di Riau itu sudah pernah menelan korban jiwa 6 orang tertimbun longsor pada tahun 2020 lalu.
“Dugaan kita semakin kuat bahwa ada tebang pilih dan dugaan setoran upeti ke Kapolres Kuansing. Karena, hingga saat ini aktifitas tambang emas ilegal terbesar itu masih beroperasi,” ujar Rahmad dalam siaran persnya yang diterima Redaksi Media ini, Kamis (04/06/2026).
“Kalau tidak ada menerima setoran, apa alasan tidak diberantas habis? Kenapa tambang-tambang emas ilegal yang kecil saja yang dibumihanguskan?” tanya Rahmad.
“Jika seperti ini kinerja seorang Kapolres sudah layak Kapolri mencopotnya,” pintanya.
Hal tersebut dikatakan Rahmad, karena mulai dari masalah penertiban Tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Cirenti satu hari yang lalu, aktifitas tambang emas ilegal yang terlihat selama ini ada ratusan titik, tapi kemarin hanya 5 (lima) unit yang diberantas. Bocor ke publik, bahwa kedatangan personel Polres Kuansing sudah diketahui oleh penambang. Kenapa bisa seperti itu kinerja seorang Kapolres? Ini main-main atau serius untuk pemberantas tambang emas ilegal di Kuansing? (Red).
Redaksi media ini beberapa minggu yang lalu mengkonfirmasi terkait aktivitas PETI di Desa Serosah tersebut kepada Kapolres Kuansing, namun hingga berita ini dimuat belum mendapat tanggapan.
Srikandinews media online