Home / Nias Barat / Warga Nias Barat Desak Pemerintah Tindak Tegas PLN Akibat Listrik Sering Padam

Warga Nias Barat Desak Pemerintah Tindak Tegas PLN Akibat Listrik Sering Padam

Nias BaratSrikandinews.com Pemadaman listrik kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nias Barat dan berlangsung hingga berjam-jam. Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena dinilai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, perekonomian, hingga pelayanan publik.

Sejumlah warga pun mendesak pemerintah daerah agar mengambil langkah tegas terhadap PLN yang dinilai gagal memberikan pelayanan yang layak dan stabil kepada pelanggan.

Salah seorang warga Kecamatan Moro’o, Notafati Waruwu, mengaku sangat dirugikan akibat pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba menjelang malam hari.

> “Malam itu kami baru mau masak, tapi listrik langsung padam. Akhirnya nasi yang dimasak jadi bubur. Kejadian seperti ini sudah sering dan sangat merugikan kami sebagai warga,” keluhnya.

Ia bahkan menduga adanya unsur kelalaian hingga kesengajaan dari oknum petugas gangguan di ULP PLN Nias Barat karena pemadaman kerap terjadi tanpa pemberitahuan resmi.

Keluhan serupa juga disampaikan Peringatan Gulo, warga Desa Hayo, Kecamatan Mandrehe. Dengan nada tegas ia menyatakan bahwa jika PLN tidak mampu memberikan pelayanan yang layak, maka lebih baik operasionalnya dihentikan saja di wilayah Nias Barat.

> “Kalau memang tidak mampu melayani dengan baik, lebih baik PLN diputus saja di Nias Barat ini,” ujarnya kesal.

Warga menilai pemadaman listrik telah terlalu sering terjadi tanpa informasi yang jelas. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap listrik semakin meningkat, baik untuk usaha, pendidikan, maupun rumah tangga.

Untuk itu, masyarakat berharap Bupati Nias Barat segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PLN serta memastikan adanya solusi konkret dan berkelanjutan.

Warga juga menegaskan, apabila tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, keresahan masyarakat akan semakin besar dan dikhawatirkan berdampak pada stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah.

(Faty War)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *