Home / Gunungsitoli / Bahaya.!! Material Base A Proyek Jalan Provinsi Ruas Miga-Lolowua Kuat Diduga Tidak Sesuai Standar

Bahaya.!! Material Base A Proyek Jalan Provinsi Ruas Miga-Lolowua Kuat Diduga Tidak Sesuai Standar

Gunungsitoli – Srikandinews.Com. Kondisi jalan yang berdebu dan dipenuhi pasir di ruas Jalan Miga-lolowua mulai dikeluhkan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Lapisan pasir yang berserakan membuat debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, terutama kendaraan besar seperti bus dan truk.

“AM Sebagai Pemdes Lolowua, dalam tanggapannya menyampaikan, pembangunan jalan Provinsi ruas MIGA-LOLOWUA diduga pengerjaan asal jadi. buktinya yang rusak parah tidak dikerjakan dan sedangkan yang masih bagus itu yang dikerjakan pembangunan macam apa ini atau penyedia hanya mengharap untung besar mohon pemerintah provinsi turun untuk mengawasi jalannya pengerjaan jalan tersebut. bahkan termasuk depan rumah saya yang dari dulu rusak parah longsor bahkan tidak diperhatikan pengerjaannya diduga asal jadi saja sayang sekali seakan ada dugaan rekanan bermain mata dengan KUPT PUPR Provinsi Sumatera Utara di Kepulauan Nias ini.” Tegasnya kades

Di tambahkannya lagi, jalan depan rumah saya itu hanya sekali diaspal pada paska gempa di nias Tahun 2005. sampai sekarang belum menikmati pengaspalan jalan tersebut sangat menyedihkan.

“Kami Memohon Kepada Yth. Bapak Gubernur sumatera utara Bobby Nasution, kami ingin jalan ini dikerjakan dengan serius dan sepenuh hati”. harapnya pak kades Lolowua

Dalam Pantauan Awak Media Kamis (16/10/2025), debu tampak jelas mengepul ke udara saat sebuah bus dan truk tangki melintasi jalur tersebut.

Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati menghindari area berpasir agar tidak tergelincir, sembari menahan gangguan debu yang mengganggu penglihatan dan pernapasan.

“Kalau sore hari apalagi pas ramai kendaraan, debunya parah. kalau gak pakai kacamata, mata perih dibuatnya, kadang harus pakai masker juga,” ujar YH warga setempat itu.

Ia berharap adanya upaya pembersihan atau penanganan dari pihak terkait seperti disiram air. Menurutnya, pemerintah terutama dinas terkait dimohon turun tangan untuk mengawasi jalur tersebut atau melakukan penyiraman rutin.

“Kalau ada penyiraman rutin, mungkin debunya tidak separah ini. Kami minta dinas terkait kalau bisa turun melakukan pembersihan. Pemerintah kota pun sesekali juga harus mampir dan lihat langsung kondisi di sini, kasihan pengendara sepeda motor yang terganggu penglihatan dan pernapasannya gara-gara debu ini,” jelasnya.

“Selanjutnya, Proyek pembangunan ruas jalan provinsi Miga-Lolowua menuai sorotan dari beberapa masyarakat. pasalnya, proyek senilai Rp 28.914.586.705, – Inciude PPN (dua puluh delapan milyar sembilan ratus empat belas juta lima ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus lima rupiah) dikerjakan oleh PT. ADIDAYA CIPTA SENTOSA dengan kontrak kerja hingga 26 Agustus 2025. diduga kuat menggunakan material (agregat) tidak sesuai standar atau kontrak, usai dihamparkan, berubah menjadi lumpur. Warga khawatir, kualitas jalan yang dibangun tidak akan maksimal karena material yang tidak layak.

beberapa warga Desa setempat, menyampaikan apresiasinya atas pembangunan jalan ini. namun, mereka menyayangkan kualitas material yang digunakan.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara karena telah membangun jalan Miga-Lolowua. Sayangnya, material yang digunakan diduga tidak layak karena seketika berubah menjadi lumpur,” ujar beberapa masyarakt kepada wartawan di lokasi proyek, Kamis (16/10/25).

Ia berharap, pemerintah Provinsi Sumatera Utara lebih ketat mengawasi proyek ini agar rekanan tidak melakukan tindakan yang merugikan.

Keluhan serupa juga diungkapkan oleh beberapa warga Desa tersebut, mereka menyoroti konstruksi jalan dari Miga Kecamatan Gunungsitoli selatan menuju Kecamatan Hiliserangkai yang dinilai tidak sesuai harapan.

“Material berupa agregat dan base yang dihampar bercampur lumpur dan didominasi pasir. Kami memperkirakan, batu pecah/base yang digunakan hanya sekitar 40% dari ukuran yang seharusnya,” jelasnya masyarakat.

Masyarakat bahkan telah mengumpulkan bukti berupa video dan foto untuk memperkuat keluhannya. “Kami menyarankan agar material yang digunakan disesuaikan dan sesuai standar, sebelum dikirim ke lokasi proyek,” tegasnya mengakhiri.

(Tim)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *