
Hiliserangkai – Srikandinews.Com. Warga di desa Lölöwua Kecamatan Hiliserangkai di Kabupaten Nias bertahun – tahun mengeluhkan akses jalan sulit. jalan yang menghubungkan desa lölöwua ke desa fadoro lalai menuju wilayah kota Gunungsitoli, hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.
Meski sering dikeluhkan masyarakat, jalan yang menjadi akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut tak kunjung diperbaiki.
Tidak hanya dikeluhkan, masyarakat pengguna jalan kerap kali mengaspirasikan jalan tersebut, mulai dari aspirasi secara langsung hingga dalam bentuk dikeluhkan .

“Kami sudah usulkan, melalui permintaan dan secara bertemu langsung tetap tidak ada tindakan dari pemerintah kabupaten Nias hingga saat ini,” kata warga sekitar.
tambahkannya, bahwa SMP 4 Hiliserangkai wajib melalui akses jalan ini hingga sekarang banyak siswa siswi yang tidak mau bersekolah lagi dan mengurus pindah ke sekolah lain terbukti dengan tahun ini ajaran ini siswa baru hanya 7 orang.
“Tidak mungkin didanai dengan dana desa. Kami hanya bisa mengaspirasikan,” katanya.
Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat desa tersebut yang tidak disebut namanya, angkat bicara. Menurutnya, soal revitalisasi dan perbaikan jalan tersebut seharusnya menjadi prioritas.
“Aspek utama mengapa jalan itu menjadi prioritas perbaikan. Di antaranya akses jalan utama dan peningkatan ekonomi,” kata dia
Dirinya mengaku, kondisi jalan yang rusak dan tak karuan menghambat perekonomian warga beberapa desa. Selain itu, jalan rusak bisa berpotensi mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna.
“Apalagi jalan tersebut menghubungkan beberapa desa sekaligus menuju wilayah kota Gunungsitoli. Kalau akses jalan bagus, pasti ekonomi warga melejit cepat,” katanya.
Selain itu kata dia, jalan yang bagus bisa mempercepat para petani mendistribusikan hasil panen mereka. Anak sekolah juga bisa merasakan dampak ini, untuk pergi ke sekolah mereka tak lagi melewati medan sulit.
“Harapan saya pemerintah Yang terpilih kedepan memperhatikan ini lebih jauh. Pembangunan jalan harus lebih melihat Asas manfaat dan skala prioritas,” manfaat dan skala prioritas, artinya mari benar – benar di benahi dari yg sudah di lakukan oleh pangeran yang berkuasa sebelumnya.” ia menandaskan.
(Tim)
Srikandinews media online