
Tulang Bawang, Lampung -Srikandinews.com. Pendiri Forum Jurnalist Lampung (Forjil), Junaidi Amrin, menyerap aspirasi masyarakat terkait Pembangunan Kabupaten Tulang Bawang (Tuba).
Bersama beberapa orang masyarakat Kelurahan Ujung Gunung dan Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Tulang Bawang, Lampung, Junaidi dengan seksama menampung aspirasi masyarakat yang diadakan di kediaman, Saepudin Ali, jalan Rintis PLN, Ujung Gunung, Menggala, Kamis (19/05/2022). malam.
Dalam menyerap aspirasi masyarakat tersebut, Junaidi Amrin membicarakan terkait kemajuan dan peningkatan mutu pembangunan Kabupaten Tulang Bawang ke depan yang telah melahirkan dua kabupaten, Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Mesuji yang jauh lebih maju dari pada Tulang Bawang induk.
Mungkin ke dua kabupaten tersebut dapat lebih maju karena memiliki tenaga ahli yang cukup handal di bidang pembangunan wisatawan dan lain-lain sehingga dapat menciptakan pembangunan yang baik dan tepat sasaran.
Sementara itu, salah seorang masyarakat, Hasan Mursit, menjelaskan, perkembangan Kabupaten Tulang Bawang Barat di bidang Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Wisata, ini berdasarkan situasi dan nama tempat lokasi itu sendiri. Seperti Pembangunan Tugu Rato Dua Naga Bersanding. Memang dulunya di tempat itu Nama Rawa (Sungai) yang ada dekat Tugu Rato tersebut. Zaman dahulu adalah Tulung Nagou (Rawa Naga) maka tepatlah bangunan yang ada sekarang Naga Bersanding.
Lanjut Hasan, lokasi Masjid Islamic Center Tulang Bawang Barat dahulu lahannya seperti Rawa dan jarang ada pembangunan rumah lokasi tersebut, sehingga keadaan pada saat itu kedaaan sunyi dan sepi. Namun, setelah Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat memiliki Ide dan Visi, Misi untuk meningkatkan mutu pembangunan kabupaten yang berjuluk “Ragem Sai Mangi Wawai”, lalu atas dukungan pemikiran Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Tulang Bawang Barat dibuatlah Masjid Islamic Center dan beberapa ikon tempat Wisatawan. Saat ini lokasi tersebut tidak sepi bahkan sudah dikunjungi berbagai masyarakat dari luar daerah.
Di tempat yang sama, Ansori Herwan mengatakan, terkait kemajuan pembangunan Kabupaten Tulang Bawang ke depan agar meningkatkan mutu pembangunan yang lebih baik. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dapat merombak jantung kota yang lebih baik dan sesuai yang diharapkan masyarakat Tulang Bawang terkhusus masyarakat Menggala;
Di jantung kota Menggala banyak lokasi yang dapat dibangun oleh Pemda Tuba, diantaranya, Pulau Daging dan Kapal Cina, Makam Buyut Minak Sangaji.
Tambahnya, di bawah makam tersebut ada tempat mandi kuda zaman dahulu. Hal ini bisa dibuat ikon Parawisata Sejarah. Mungkin dengan izin Beliau, Buyut Minak Sangaji yang berkuasa di daerah Pulau Daging dan Kapal Cina di Ujung Gunung Kecamatan Menggala, itu dapat terialisasi;
Kemudian, lokasi Pengaring, Kampung Talang Tembesu, Kelurahan Ujung Gunung dapat dijadikan ikon wisata. Gambar-gambar sejarah di lokasi tersebut dibuat gambar patung orang sedang Mengaring (Ngasah) Senjata dan disesuaikan sejarah di tempat itu sendiri.
Menurut Ansori, terkait lokasi karena milik masyarakat Pribumi, Pemkab Tuba melalui Kecamatan, Lurah, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan yang lainnya diundang untuk bermusyawarah mufakat agar bisa sama-sama mendukung program pemerintah yang akan melestarikan keindahan alam yang ada di seputaran jantung kota Kabupaten Tuba.
Setelah rencana ini terjadi maka masyarakat Tulang Bawang bisa menikmati betapa indahnya wilayah jantung kota Menggala, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tuba dapat bertambah dengan maksimal. Apalagi di Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur ada berapa hektar lahan yang sudah dibayar oleh Pemkab Tuba ketika itu Bupati Abdurahman Sarbini (Mance). bahkan sudah ada bangun rumah adat budaya tapi terbengkalai
“Jadi harapan kami masyarakat Menggala khususnya, agar Pemkab Tuba benar-benar membangun kabupaten yang berjuluk “Sai Bumi Nengah Nyappur” ini dengan maksimal. Buat apa menggelontorkan anggaran perkelompok di kampung-kampung jika tidak ada hasilnya sehingga dana tersebut nyaris habis bak ditelan bumi, lebih baik dibangun kantor yang saat ini terbangkalai akibat rusak berat. Seperti Kantor Bandiklat di jalan Lintas Timur sekira (500) meter dari Pasar Baru Menggala, Kantor Kominfo yang lama, Kantor Pol PP yang lama, itu membutuhkan anggaran yang cukup lumayan besar,” ucap Ansori. (fasi/Forjil).
Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).
Srikandinews media online