
Bintan – Srikandinews.com. Politisi PKS Raden Hari Tjahyono (RHT) yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan Dinas Kelautan dan Perikanan perlu membantu nelayan dalam mengembangkan budidaya perikanan mengingat potensinya sangat besar.
Hal tersebut dinyatakannya baru – baru ini di sela-sela kegiatan launching
budidaya Bawal Bintang di Kampung Keter Tengah, Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Minggu (10/04/2022).
Menurutnya, Potensi budidaya perikanan di tanah air dinilai sangat besar. Bahkan, Mengenai produktivitasnya bisa digenjot dengan memanfaatkan teknologi. Merujuk rilis data MAI (Masyarakat Agrukultur Indonesia) produksi perikanan budidaya Indonesia saat ini berada di posisi nomor dua terbesar di dunia.
Dilansir Tiongkok produksi ikan budidayanya 68,42 juta ton per-tahun. Sementara itu, Indonesia di posisi kedua dengan 15,89 juta ton. Padahal panjang garis pantai Tiongkok yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya hanya 14.500 kilometer, sementara Indonesia punya 99.083 kilometer.
” Kepri dibandingkan dengan tujuh Provinsi Kepulauan lainnya harus cepat mengambil peluang ini, Saya bersama Dirjen KKP dan Kadis DKP Kepri menghadiri kegiatan launching budidaya Bawal Bintang. Berharap ini sukses dan diikuti juga dengan budidaya yang lainnya, ” Ujar Raden kepada awak media lewat rekanan.
Selain dirinya, Kegiatan dimaksud juga dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin. Disamping itu, RHT juga mendapatkan pesan dari Dirjen KKP agar birokrasi perizinan untuk pelaku usaha budidaya ikan dapat disederhanakan.
” Saya dapat pesan dari Pak Dirjen KKP juga kepada Kadis DKP, Pak Tengku Arif Fadhillah agar birokrasi perizinan untuk pelaku usaha perikanan di Provinsi supaya dipangkas karena memberatkan. Ada dua puluh satu item persyaratan, ” Tambahnya lagi secara singkat.
Terakhir ia menyimpulkan bahwa
Cuaca ekstrem dan relatif mahalnya bahan bakar kapal yang membuat nelayan tidak melaut menjadi salah satu alasan bagi Kepri agar fokus dan konsentrasi mengembangkan budidaya ikan laut.
(Riyadi)
Srikandinews media online