
Tanjungpinang – Srikandinews.com. Tanjungpinang sebagai Ibukota dari salah satu Provinsi Kepulauan di Indonesia, sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai mata pencaharian penduduknya. Rabu, (29/09/2021).
Tetapi, dengan adanya Pandemi COVID-19 yang melanda semua wilayah di Indonesia membuat turunnya angka pendapatan dari sektor Pariwisata tidak terkecuali di Provinsi Kepulauan Riau.
Untuk itu, awak media ini mencoba menanyakan kepada salah satu Penduduk Pulau Penyengat, Said Ahmad Syukri yang sehari – hari mengandalkan penjualan oleh – oleh khas pulau Penyengat.
Menurutnya pendapatnya jauh berkurang dari pada sebelumnya, bahkan saat ini, ia hanya mengandalkan penjualan dari wisatawan dari Kota Tanjungpinang dan sekitarnya saja.
“Cukup berkurang, dampaknya sangat berpengaruh. Kalau dulu ada wisatawan dari Malaysia atau Singapura untuk ziarah yang datang ke sini. Tetapi, sekarang tidak ada lagi,” sebut Said.
Ia berharap agar Pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga sektor pariwisata yang menjadi andalan Pulau Penyengat akan kembali normal seperti dulu.
Sementara itu, Rio Ramadhan selaku agen dari Kapal Oceana Baruna yang sehari – harinya mengurusi keberangkatan domestik membenarkan bahwa tidak ada lagi Wisatawan asing yang masuk melalui pelabuhan Sri Bintan Pura (SPB).
“Kalau Bule – Bule udah gak ada lagi. Biasanya 200 orang masuk. Sekarang tidak ada lagi,” ucapnya.
Ia berharap aturan Antigen yang diberlakukan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dalam untuk bepergian antar pulau segera dihapuskan.
“Karena biarpun antigennya Negatif. Tetap tidak boleh berangkat full penumpang. Saat ini, kursi tidak boleh Full penumpang yang tadinya 200. Sekarang maksimal hanya 80 saja,” tutupnya. (OYO)
Srikandinews media online