Home / Lampung / Kab. Lampung Selatan / Kompensasi Kesehatan Tak Diterima, Warga Tarahan Minta Pemda Turun Tangan

Kompensasi Kesehatan Tak Diterima, Warga Tarahan Minta Pemda Turun Tangan

Lampung Selatan – Srikandinews.com. Warga yang terdampak pencemaran udara dari aktifitas sehari hari  proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang Dusun Sebalang Dua, Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung,  merasa kecewa pada pihak pengembang proyek yang menurut informasi sudah berdiri dari tahun 2008 sampai saat ini.

Mereka (Warga-red) mempertanyakan terkait kompensasi kesehatan yang belum pernah dirasakan oleh warga setempat dan tidak ada tranparansi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari  perusahaan pengembang PLTU.

Informasi yang didapat Awak Media yang tergabung di Organisasi Solidaritas Pers Indonesia SPI) bahwa, selama ini warga terdampak sudah berulang kali menyampaikan dampak dari aktifitas perusahaan PLTU Sebalang, terutama pada debu yang bertebaran dan asap hitam yang keluar dari menara cerobong milik PLTU Sebalang mengakibatkan warga RT. 01, RT. 02 dan RT. 03 Dusun Sembalang Dua terkena gejala penyakit batuk dan sesak nafas.

“Kami sudah capek ngomong bolak balik dengan orang – orang Kantor PLTU. Oleh karena itu, kami minta tolong pada Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi berkomunikasi kepada pihak perusahaan PLTU Sebalang dan mendapatkan respon baik yang merupakan hak keluhan dan tuntutan warga di sini,” tegas bejo Ketua RT. 02. Senin (19/04/2022).

Berdasarkan informasi dan pantauan terkait hal tersebut, Awak Media yang tergabung di SPI mengkonfirmasi pihak Pemerintah Desa Tarahan.

Namun saat dihubungi via telepon WhatsApp, Kepala Desa Tarahan, Hairul, meminta maaf karena sedang mengikuti kegiatan bimbingan teknis dari Kabupaten Lampung Selatan.

“Sekretaris Desa nanti akan menemui untuk mewakili saya terkait perihal keluhan warga,” ucap Khairul dari ujung telpon. Senin (19/04/2022).

Sekretaris Desa (Sekdes) Tarahan yang ditemui diruangannya juga membenarkan bahwa terkait program CSR (Corporate Social Responsibility) dari PLTU Sebalang yang di situ pengembang proyeknya P.T. CDP dan P.T. ISS sudah merata kami rasakan selaku masyarakat Desa Tarahan.

Tetapi, terkait soal kompensasi kesehatan memang saya selaku Sekdes dan warga Desa Tarahan belum pernah mendengar apalagi merasakan,” jelas Yan.

“Saya selaku warga dan selaku perangkat desa  berharap agar poros jalan menuju Dusun Sebalang Dua jadi perhatian pihak pengembang proyek PLTU Sebalang untuk menimbun jalan yang sudah berlubang lubang atau bersama – sama memohon kepada pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atau Pemerintah Provinsi untuk membangun jalan poros tersebut,” pintanya.

Agung, yang menurut warga Humas di PLTU tersebut, ketika hendak dikonfirmasi tidak bersedia ditemui. Menurut Security, Agung akan berangkat dinas luar.

” Maaf, Pak Agung tidak bisa menemui bapak sebab beliau sebentar lagi akan ada tugas luar dari kantor,”  kata salah seorang Security PLTU Tarahan tersebut.
Bahkan, dengan alasan tidak memiliki nomor Pak Agung, Security tersebut tidak memberikan nomor kontak person Agung ketika diminta awak media.  (Wes/red).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

 

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *