Home / Gunungsitoli / Bansos Terdampak Judol, Warga Tuhegeo II Minta Pendamping Turun

Bansos Terdampak Judol, Warga Tuhegeo II Minta Pendamping Turun

GUNUNGSITOLI — Srikandinews.com. Sejumlah warga Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, mengaku terdampak penangguhan bantuan sosial (bansos) setelah adanya anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang terindikasi terkait judi online (judol). Rabu (16/09/2026).

Salah seorang penerima bansos, Yanifati Gulo, mengaku tidak pernah bermain judol. Namun, bantuan keluarganya tidak lagi dapat dicairkan setelah anaknya yang kini merantau disebut terindikasi terkait aktivitas judol.

“Ada satu orang dalam satu KK terindikasi main judol, semua dianggap terlibat. Sementara saya sendiri tidak pernah bermain judol,” ujar Yanifati.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Karang Taruna Desa Tuhegeo II, Yamoni Laoli, mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya terdapat tiga penerima manfaat di desa tersebut yang terdampak penangguhan bantuan terkait indikasi judol.

Yamoni meminta Pendamping Sosial turun langsung ke Desa Tuhegeo II untuk memberikan penjelasan kepada warga mengenai penyebab penangguhan, status data penerima, serta mekanisme klarifikasi atau sanggahan.

“Kami meminta pendamping turun ke desa. Jangan hanya masyarakat yang mencari informasi sendiri. Jelaskan apa dasar penangguhan dan bagaimana solusi bagi warga yang merasa tidak terlibat,” tegas Yamoni.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui verifikasi dan klarifikasi data, sehingga warga yang merasa tidak melakukan aktivitas judol memiliki ruang untuk mendapatkan penjelasan dan memperbaiki data apabila ditemukan ketidaksesuaian.

“Kami tidak meminta aturan diabaikan. Kami hanya meminta kejelasan data dan solusi. Kalau ada warga yang merasa tidak terlibat, berikan ruang untuk melakukan klarifikasi,” pungkasnya.

(Red)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *