Home / Bintan / Kades kukup Kutuk Dengan Adanya Warung Remang Remang Dilingkungan nya

Kades kukup Kutuk Dengan Adanya Warung Remang Remang Dilingkungan nya

Srikandinews.com Bintan-Tambelan-Sungguh diluar Espektasi norma agama islam serta adab Melayu masyarakat desa kukup,Kecamatan

Tambelan ,kabupaten Bintan mulai tergoyahkan akibat keberadaan sebuah warung remang -remang dibarengi dengan pesta minuman keras(miras) yang digelar setiap malam .

Kabar kurang menyenangkan tersebut,telah mencuat dimuka publik , bahkan sampai ke kuping aparat desa Kukup yang mengutuk keras terhadap warung remang- remang yang telah merusak estetika nilai adab Melayu identik islam di kepulauan Riau.

Kepala Desa Kukup Agus Salem saat dimintai tanggapan nya soal keberadaan warung remang remang yang berada di desa kukup Via Whatsapp. Selasa(4/6/24) Ia membenarkan adanya warung remang-remang tersebut di desa Kukup ,yang telah membuat resah warga .

“Sebetulnya sebelum saya jadi kades pun, itu sudah terjadi.terus saya balek ke Tambelan saya protes dan menegur terhadap warung remang- remang tersebut. “Kita ni Melayu identik dengan islam, jangan kita ajarkan generasi generasi dengan cara jahiliah, jangan mentang mentang kita punya kekuasaan, jangan mentang- mentang kita punya dekingan ,semau –mau nya kita .kalau azab Allah itu bisa terjadi spontanitas. Tapi dampak negatif nya terhadap masyarakat untuk di lingkungan wilayah itu”Terang kades Kukup menegur seorang pemilik warung remang-remang didesa nya.

Ia ,akan usahakan untuk tindak lanjut untuk menghentikan warung remang -remang tersebut”Cetus Kades. Menurut warga, warung remang remang tersebut dulunya bangunan kios tempat pasar, milik Badan usaha Milik Desa (Bundes) Desa kukup, kecamatan Tambelan.

“Karena pasar tersebut sepi pembeli diduga oleh oknum kecamatan dibuat warung remang remang disitu”Cetus warga. Warga berharap,pihak terkait agar menutup lokasi yang telah mengganggu ketenangan serta meresahkan warga.Karena ajang hiburan malam kafe pasar tersebut ,dijadikan tempat pesta minum-minuman beralkohol,sehingga memicu perkelahian antar pengunjung” Beber warga.

((Sihaimi/Tim)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *