Inhil,srikandinews.com Bencana dan musibah Tidak dapat diprediksi oleh akal manusia,dan mungkin akibat ulah tangan tangan manusia itulah memanggil bencana yang dimaksud.
Awal Februari Minggu ke dua, tanggal 11 sampai 12 bahwa air pasang laut naik tinggi di wilayah Kepri maupun Riau dan di sertai kencangnya angin dan hujan.
Laporan yang berhasil di terima oleh media ini,bahwa DiPulau Abang Batam salah satu sekolah SMPN terendam air laut memasuki halaman sekolah dan ruangan SMP itu hingga 10cm akibat hujan badai dan air pasang tinggi ungkap salah seorang guru kepada media ini lewat pesan singkatnya 12/2.
Selain di Kepri, di Riau khususnya wilayah Inhil kecamatan Pulau Burung air laut leluasa masuk ke pemukiman masyarakat karena bendungan penahan air sudah lama rusak dan sampai tahun ini belum diperbaiki oleh pemerintah Inhil ungkap masyarakat muda pulau burung Padil kepada media ini ia sampaikan 12/2.
Menurut Padii lagi, bahwa akibat pasang naik akses jalan menuju paret ke parit terhambat dan tidak bisa di lewati oleh masyarakat pejalan kaki mau pun masyarakat yang naik kendaraan tambah nya lagi.
Selain di pulau burung,desa Teluk Nibung masih satu kecamatan agak lebih parah pasang naik karena antara daratan dan air sudah sama rata tandas padil lagi.
Dalam hal pasang surut air laut tersebut,korban jiwa tidak ada,namun peralatan rumah tangga yang di alami oleh masyarakat lah merugi akibat terendam air laut itu.
Apa lagi di Tanjungpinang, masyarakat yang mendiami pesisir pantai atau bakau juga mengalami nasib yang sama yaitu rumah mereka juga di masuk oleh air pasang surut naik tinggi, sehingga banyak perabotan rumah rusak akibat air pasang tersebut.
Srikandinews media online