Home / Banten / Kota Tangerang / Workshop Silat Seni Bangsa Melayu.

Workshop Silat Seni Bangsa Melayu.

Tanjungpinang,srikandinews.com Perguruan Pencak Silat Ciungwanara Tanjungpinang telah berdiri sejak tahun 1976 oleh M.Jasri salah seorang pendekar kesatria yang berdedikasi mengembang silat umum dan Melayu yang ada di jalan Sultan Mahmud Tanjung unggat ketika itu.

Sejak tahun 1976 hingga sekarang,telah banyak melahirkan bibit bibit atlit yang telah membawa nama besar bagi Tanjungpinang di kancah nasional dan internasional.

Perguruan pencak silat Ciung Wanara pon telah melaksanakan kegiatan Workshop silat secara tioritis dan praktek di akhir bulan Oktober 2023, Penampilan Seni Pencak Silat Melayu bagi penerus Generasi Muda di Tanjungpinang.

Pelaksanaan workshop ini berkat kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Provinsi Kepulauan Riau dan Riau.
Pelaksanaan kegiatan Bertempat di ruangan pertemuan STMN atau SMKN 3 Tanjungpinang.

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Provinsi Kepulauan Riau dan Riau Jumhari, S.S., M.Hum, kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pengenalan awal secara tioritis dan dasar praktek dilapangan ,pencak silat Melayu kepada Generasi Muda khususnya siswa siswi sebanyak 30 orang yang ambil bagian kegiatan tersebut tentang Seni Pencak Silat Melayu.

Ketua Pelaksana kegiatan workshop Abdillah Sabri, S.Sos, yang juga merupakan Pelatih Nasional di Pencak Silat Prestasi dan Pelatih Silat Melayu di Perguruan Ciungwanara Tanjungpinang menyebutkan kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk langkah awal untuk mengenalkan siilat Melayu yang hampir punah kepada regenerasi muda yang intelektual.

Masih menurut Sabri,untuk melestarikan dan menjaga agar supaya silat ini tidak hilang dari nilai-nilai kebudayaan asli daerah di tanah melayu pada generasi muda, maka kami memberikan penyadaran dan pelajaran gratis agar generasi muda khususnya siswa siswi seTanjungpinang dapat mengenali silat Melayu ini kepada anak-anak muda, karena kita memilki ciri khas budaya tradisional yaitu SILAT MELAYU, yang berbeda pada daerah lainnya ungkap Sabri kepada media ini Minggu yang lalu kepada media ini ia sampaikan.man

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *