Srikandinews.com,Inhil Riau Juli 2023
Mirisnya masyarakat miskin yang ada di pulau burung Inhil Riau wajib memiliki lahan untuk perumahan, namun arahan itu agar masyarakat miskin dapat dibantu dalam hal rehab rumah yang tidak layak.
Pulau burung Inhil Riau telah mengajukan untuk mendapatkan rehab rumah yang tidak layak huni,namun ajuan atau rayuan kepada pemerintah pusat dan provinsi di mentahkan, penolakan itu hingga sekarang tidak beralasan.
Hal ini pernah di ungkapkan oleh staf desa pulau burung beberapa bulan yang lalu lewat wa kepada media ini,,makanya banyak rumah yang tidak layak huni harus menderita ketiadaan anggaran pribadi untuk membangun rumah idaman.
Salah satu masyarakat miskin di parit dua sebut saja Unggal Are, yang telah bertahun Tinggal di paret dua.
Karena sudah termakan usia,maka unggal are tetap bekerja sebagai penjaga kebun kelapa milik masyarakat pulau burung yang Baek hati ungkap nya kepada media inj digubuk deritanya 4/7.
Kalau soal tanah rumah,tuan tanah atau pemilik kebun tidak mempersoalkan untuk mendirikan rumah layak sebagai mana harapan dirinya.
Dalam kisah deritanya,bahwa kalau hujan lebat rumah yang ia diami itu bocor dan terpaksa lah tidur sengekol tutur nya lagi.
Begitulah tiap hari Minggu dan bulan bahkan bertahun tahun menerima secara iklas kehidupannya, mengharapkan uluran bantuan dari pemerintah sudah putus harapan karena saya harus membeli lahan untuk rumah dulu baru dapat bantuan yang namanya RTLH ungkapnya dengan rasa sedih.
Dan ketika hal ini di sampaikan kepada anggota DPR RI asal Riau 2 DR.H.Syahrul Andi Maazat partai PKS/ fraksi PKS sudah menerima keluhan dari masyarakat pulau burung Inhil Riau, namun yang di tanyakan oleh Syahrul itu adalah persoalan kepemilikan lahan si unggal are tersebut kepada media ini ia sampaikan lewat pesan wa nya 4/7.
Sudah lah miskin ya di wajibkan membeli lahan, menurut pengakuan unggal are bahwa dirinya untuk makan aje sehari hari susah ape lagi untuk membeli lahan sendiri tandasnya lagi.tim
Srikandinews media online