Home / Inhil / Sebelum Ada Perusahaan, Masyarakat Tetap Mengandalkan Kelapa

Sebelum Ada Perusahaan, Masyarakat Tetap Mengandalkan Kelapa

Pulau burung,Inhil – srikandinews.com. Jangan sekali kali melupakan sejarah, karena dari sejarah itulah kisah yang harus dilestarikan dengan mengadopsi UU kearifan lokal.

Masyarakat pulau burung sejak dahulu tetap bergantung pada perkebunan kelapa dan nelayan, hal ini dikisahkan oleh salah seorang pelaku sejarah perkebunan kelapa A.Sulaiman.

Sebelum PT RSUP industri dan perkebunan bercokol di pulau burung, masyarakat tetap berkebun kelapa kampung dengan hasil kelapa dijual di sungai danai Tanjung batu dan Durai kabupaten Karimun.

Namun soal harga ya murah lah sesuai zaman kehidupan ungkap Sulaiman di rumahnya parit besika jaya 6/5.

Dan kelapa kelapa itu di anta ke kilang untuk di buat minyak kelapa, dengan pasaran di timur tengah serta luar negeri yang membutuhkan minyak.

Makanya ada parit-parit itu seperti parit satu dua dan tiga dan parit parit kecil di buat oleh orang orang dahulu seperti keluarga kita, hingga sekarang parit itulah memiliki sejarah untuk menghanyutkan kelapa hasil panen tegas Sulaiman lagi.

Dan pada tahun 1980, mulailah PT RSUP berdiri di pulau burung, dan sampai sekarang penjualan kelapa masyarakat dijual ke PT RSUP industri.

Menurut keterangan yang berhasil di himpun,salah seorang masyarakat Danai sebut saja namanya Mud, membenarkan bahwa di Danai dahulu memang ada kilang minyak kelapa namun sekarang kilang itu sudah roboh tandasnya Mud 6/5.

Sampai sekarang kebun kelapa masyarakat masih ada terlihat jelas sepanjang mata memandang, dan sebagain lahan masyarakat ada juga di beli oleh PT RSUP industri dan perkebunan.

Selain perkebunan kelapa masyarakat,ada juga sebagian kecil dari mereka bercocok tanaman sayur mayur untuk dijual ke pembeli.(aman)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *