
Pagar Merbau – srikandinews.com. Ketahanan Pangan ( Ketapang ) merupakan program pemerintahan untuk membantu perekonomian yang belakangan ini sungguh sangat memprihatinkan , imbas dari covid 19 dan naiknya harga BBM dunia sungguh sangat mempengaruhi ekonomi ibu-ibu rumah tangga tentunya
Kini Program Ketahanan Pangan ( Ketapang ) desa Bandar Dolok jenis komoditi CABAI MERAH pemilik.M.Zais selaku Kepala.Desa Bandar Dolok kecamatan Pagar Merbau , membuktikan selaku anak petani yang memiliki jiwa kepemimpinan yang selalu dekat dengan para petani turut serta meluangkan waktunya sebagai petani walaupun sebagai pejabat pemerintah Sabtu (08-10-2022 )
Dalam pelaksanaan panen cabai dihadiri oleh Kapolsek Pagar Merbau IPTU I.R.SITOMPUL,SH.MH, Kepala desa Bandar Dolok M.Zais ,Waka Polsek Pagar Merbau IPTU IRENG JOKO, dan Warga desa Bandar Dolok kecamatan Pagar Merbau ,
Cabai Keriting harga di pasar sangat melonjak di bulan Oktober 2022 mencapai harga hingga sekira Rp.40.000 , Adapun data tanaman Cabai yang ada di desa Bandar Dolok dengan rincian perorang adalah sebagai berikut :
1.Pemilik Lahan Baoak Muhammad Zais.
2.Luas lahan tanaman : 2100 Meter
3.Jumlah tanaman : 4200 btg.
4.Jenis tanaman : Cabai keriting.
5.Umur tanaman : 4 bulan.
6.Massa panen : 2 kali dalam seminggu.
7.Setiap sekali panen menghasilkan : 300 Kg.
Kapolsek Pagar Merbau Iptu IR.Sitompul SH.MH menyampaikan arahannya kepada petani ” Agar tetap mempertahan kualitas tanaman dengan merawat tanaman cabainya agar memperoleh hasil panen yang baik dan berkualitas ” pesannya
Disisi lain Petani menyambut dengan baik kehadiran Bapak Kapolsek Pagar Merbau dan rombongan dalam rangka giat PANEN CABAI sehingga petani merasa puas dan merasa mendapat dukungan dari aparat kepolisian ” jelasnya
Kades Bandar Dolok M.Zais juga berterima kasih kepada Bapak Kapolsek Pagar Merbau dan rombongan yang telah menyempatkan diri untuk menghadiri giat PANEN CABAI di Desa Bandar Dolok kiranya dapat menjadi motivasi bagi petani tersebut” tutupnya .( Ka.Perwil Sumut )
Srikandinews media online