Home / Medan / Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Balai Desa Fadoroyöu Kec.gunungsitoli Alo’oa

Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Di Balai Desa Fadoroyöu Kec.gunungsitoli Alo’oa

Gunungsitoli -Srikandinews.com. Pelaksana’an kegiatan rapat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang di Laksanakan Oleh Bapak.Fajar elfin Harefa dari Dinas Kesehatan (DinKes) bersama dengan Ibu Dr.Weni Seprita Harefa Kepala Dinas UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa. Jum’at, 12/11/2021

Bapak.Fajar elfin Harefa dari Dinas Kesehatan (Dinkes)Menghimbau  masyarakat Desa Fadoroyou Agar jangan membuang air besar sembarangan, Sesuai yang dinyatakan bahwa Open Defecation Free (ODF) tentang kebebasan buang air besar sembarangan.

Namun demikian, kepemilikan jamban (Septiteng) di Desa Fadoroyou hanya 19% dan yang tidak mempunyai jamban (Septiteng) 81%,dan telah terlaksana 11(sebelas)keluarga yang menerima bantuan dari pemerintah dari dana APBDES yang sudah di anggarkan dari Tahun 2020

Sekitar 200 keluarga lagi yang belum punya jamban atau Septiteng, menurut  pihak, terus mengupayakan, mendorong mereka agar segera memiliki jamban (Septiteng) sendiri di rumahnya masing masing. Pihak Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi agar warga punya kesadaran membuat jamban (Septiteng) setiap masing masing keluarga.

“Warga yang 19% persen ini mengharap agar kepemilikan jamban (Septiteng) bisa sampai 100%. Jadi sosialisasi terus digalakkan untuk mengubah perilaku masyarakat dan mengharap kesadaran masyarakat untuk memiliki jamban (Septiteng). Ucap Bapak Fajar elfin Harefa.

Waktu Bertemu dengan Awak Media, Bpk.Fajar elfin harefa Menjelaskan Bahwa dari dana Bantuan Sosial (Bansos) Untuk Masyarakat miskin (Maskin) pun ada untuk pengadaan jamban (Septiteng). Bantuan dari Pemerintah Daerah Setempat juga Biasanya ada Lanjutnya.

Sementara Waktu Masih Belum ada Bantuan, Bapak.Fajar elfin Harefa, Mengimbau warga yang Belum Memiliki jamban (Setiteng) keluarga agar tidak Buang air Besar Sembarangan. Soalnya hal itu berdampak pada banyak hal. Diantaranya penyebaran penyakit Menular, Anak kurang gizi dan stunting.

“Dampaknya Banyak Sekali, diantaranya penyebaran penyakit Menular, Bisa Menimbulkan anak kurang gizi/gibur, dan stunting. Jadi untuk Warga yang Belum punya jamban (Septiteng) diharapkan agar bisa punya jamban (Septiteng) sendiri dalam rumah. Bila Belum punya Untuk tidak Buang Air Besar Sembarangan,” Ucapnya.

Dari pantauan Awak Media Sejumlah Warga di Dusun dua (02) Boto Gawu Desa Fadoroyöu Masih ada yang tidak Memiliki jamban (Septiteng) di Rumah Masing Masing keluarga. Untuk itu,Kita Mengharapkan Dana Bantuan dari Bansos agar Memperhatikan Kekurangan Masing-Masing Keluarga Tersebut. Tutupnya

Warnidar Hulu

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *