Seikandinews.com,Kepri Juli 2023.
Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepri di Jalan Pramuka No 7 Tanjungpinang merupakan balai termegah di sumatera,karena letaknya strategis di kaki bukit yang berhadapan dengan laut arah Dompak.
Namun, seiring perkembangan zaman maka perubahan nama institusi dampaknya jadi besar. Nama lama yang sudah bertahun-tahun dan sudah melekat di masyarakat susah mau hilang diIngatan.
Contohnya saja nama Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau yang sudah dipakai sejak tahun 2015 lalu tetap saja asing bagi masyarakat Tanjungpinang.
Masyarakat Tanjungpinang sudah terlanjur familiar dengan nama Balai Kajian sejarah dan nilai tradisional hingga sekarang.
Karena pertukaran pimpinan maka keberadaan kantor BPNB Kepri mudah saja untuk menemui nya karena tidak jauh dari pelabuhan domestik.
Namun di era sekarang fasilitas cukup mudah dan cepat,karena cukup abded lokasi maka muncul lah nama Balai Pelestarian Kebudayaan Kepri wilayah 4
Kantornya terletak diantara dua SMK negeri, alat transportasi seperti ojek atau supir taksi pelabuhan itu pastinya berkomentar, o Balai Kajian Sejarah.
Kantor BPNB Kepri yang berada di ibukota provinsi Kepri Tanjungpinang, mulai di gunakan pada tanggal 17 Juli 1985 dan diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI JB Sumarlin ketika itu.
Saat itu namanya Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (BKSNT). BKSNT berubah menjadi Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) dengan Permen Budpar tanggal 7 September 2006 nomor PM.38/OY.001/MKP-2006.
BPSNT kemudian berubah menjadi Balai Pelestarian Nilai budaya (BPNB).
Tanjungpinang dengan Permen Dikbud nomor 53 Tahun 2012. Pada tahun 2015, Berdasarkan Permen Dikbud No. 40 tahun 2015 tg 9 Oktober 2015, BPNB Tanjungpinang berganti nama menjadi BPNB Kepri.
Para supir angkot yang ada di Tanjungpinang juga sangat familiar dengan kantor Balai Kajian Sejarah. Saat kantor dibangun, kawasan Jalan Pramuka saat ini saat itu masih sepi dan penuh rawa.
Jadilah gedung kantor Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional begitu menonjol.
Apalagi kantor BKSNT berada tidak jauh dari eks Kantor Bupati Kabupaten Kepri.
Perubahan nama jadi BPNB Kepri susah menghilangkan nama Balai Kajian Sejarah. Apalagi saat itu tenaga sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki BKSNT Tanjungpinang sangat bisa diandalkan.
Saat pegawai Pemerintah Kabupaten Kepri dan Pemko Tanjungpinang masih minim SDM bidang sosial humaniora, BKSNT Tanjungpinang memiliki kapasitas untuk itu.
Tak heran BKSNT Tanjungpinang saat itu jadi kiblat kegiatan budaya dan sejarah yang ada di wilayah kerjanya dan Sering menggelar kegiatan seminar,workshop,lawatan sejarah,serta pementasan seni dan drama tradisional maupun moderen yang tidak terlepas dari sejarah dan budaya.
Para pegawai BPNB Kepri saat itu bernama BKSNT Tanjungpinang awal tahun 2000-an banyak PNS eksodus dari bksnt pindah ke Pemko Tanjungpinang.
Sebut saja Gatot Winoto yang terakhir pernah menjabat Plt Sekdako Tanjungpinang, Juramadi Esram yang kini menjabat Sekda Kabupaten Lingga. Ada juga Yuswadinata ( alm ) yang pernah menjabat di Sekretariat DPRD Kota Tanjungpinang, Riwayat ( alm) Dahsyat Gafnesia, Syahrial De Saputra dan sejumlah nama lain yang pindah ke Pemko Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Bintan dan ada juga ada yang ke Pemprov Kepri.
Butuh sosialisasi yang lebih luas atau membuat event-event di kantor untuk menjadikan BPNB Kepri lebih dikenali pelajar mahasiswa dan masyarakat luas.
Menegaskan BPNB Kepri bukan instansi dibawah Pemerintah provinsi Kepri atau juga Pemerintah kota Tanjungpinang.
Melainkan unit pelaksana teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI yang membawahi provinsi Kepri, Riau, Jambi dan Bangka Belitung ketika itu.
Dan sejak tahun 2022 ini BPNB Kepri sudah berubah nama dari Balai Pelestarian Nilai budaya menjadi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) adalah unit pelaksana teknis (UPT) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Sumber2 khusus.
Srikandinews media online