Home / Headline / Kepala BGN Sudaryono Terasa Teriris Menyaksikan Langsung Anak-Anak Dugaan Keracunan MBG di Tanah Karo Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono Terasa Teriris Menyaksikan Langsung Anak-Anak Dugaan Keracunan MBG di Tanah Karo Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono (k/ft)

Sumatera Utara, Srikandinews.com.Sudaryono merasakan betapa sedihnya hati seorang ayah dan ibu ketika putri atau putra kesayangannya terbaring lemah akibat dari mengonsumsi makanan yang seharusnya menyehatkan, namun justru mengandung racun yang membahayakan nyawa. Rasa pedulinya begitu tulus, seolah penderitaan yang dialami keluarga korban adalah penderitaannya sendiri.

Dengan mata berkaca-kaca, Sudaryono memanjatkan doa yang tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam: “Saya berharap secepatnya anak-anak ini sembuh total, kembali sehat bugar, dan dikaruniai umur panjang serta masa depan yang cerah.”

Beliau juga bertekad kuat untuk segera memperbaiki segala kekurangan dan menegakkan pengawasan yang jauh lebih ketat, menyeluruh, dan tidak kenal kompromi terhadap pelaksanaan program MBG khususnya di wilayah Tanah Karo, Sumatera Utara, agar kelalaian serupa tidak terulang lagi.

Sebagai wujud tanggung jawab dan keterbukaan, Sudaryono menyatakan kesiapannya untuk menerima segala laporan, masukan, maupun aduan dari masyarakat. Hal ini dilakukan semata-mata demi perbaikan kualitas pelayanan dan kebaikan bersama, agar program mulia ini benar-benar terjaga amanah dan bermanfaat sepenuhnya bagi anak-anak bangsa.

Hati Teriris Melihat Penderitaan Anak-anak, Sudaryono Menangis: “Saya Rasakan Ini Seperti Anak Sendiri”

Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, ke rumah sakit tempat anak-anak korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirawat, menyisakan haru yang mendalam. Beliau tak kuasa menahan tangis saat melihat langsung kondisi anak-anak yang terbaring lemah akibat mengonsumsi makanan yang seharusnya menyehatkan, namun justru diduga mengandung racun.

Di lubuk hatinya yang paling dalam, Sudaryono merasakan penderitaan itu seolah dialaminya sendiri. Beliau membayangkan betapa perihnya hati seorang ayah dan ibu ketika putri atau putra kesayangannya jatuh sakit karena hal yang seharusnya menjadi pelindung mereka. Rasa peduli yang tulus itu membuatnya memahami sepenuhnya kecemasan dan kesedihan yang dirasakan oleh para orang tua korban.

Beliau juga bertekad bulat untuk segera memperbaiki segala kekurangan yang ada, serta menegakkan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat, teliti, dan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya di wilayah Tanah Karo, Sumatera Utara, agar kelalaian serupa tidak pernah terulang lagi.

Sebagai wujud tanggung jawab dan keterbukaan yang nyata, Sudaryono pun menyatakan kesiapannya untuk menerima segala laporan, masukan, maupun aduan dari masyarakat. Hal ini dilakukan semata-mata demi perbaikan berkelanjutan dan kebaikan bersama, agar program mulia ini senantiasa terjaga amanah, aman, dan bermanfaat sepenuhnya bagi anak-anak bangsa

“Silakan Marah Kepada Saya”: Momen Menyentuh Hati Kepala BGN Sudaryono Menangis Hadapi Korban Keracunan MBG. Momen yang penuh haru dan emosi terekam jelas saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengunjungi langsung korban keracunan yang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Haji Medan, Minggu (16/8/2026). Kunjungan ini dilakukan guna meninjau kondisi anak-anak yang terdampak dugaan keracunan pasca mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Beliau mengakui hatinya bercampur aduk antara sedih melihat penderitaan anak-anak, sekaligus sangat marah mendapati adanya kelalaian fatal dalam pengelolaan makanan. “Ini bukan sekadar masalah administrasi, ini masalah nyawa manusia! Bayangkan jika itu adik kalian, atau anak kalian sendiri. Hal seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegasnya dengan mata berkaca-kaca.

Dari hasil pemeriksaan awal, insiden ini diduga terjadi akibat kelalaian penyimpanan bahan baku ikan yang dibiarkan pada suhu ruang lebih dari 12 jam, sehingga tidak layak dikonsumsi. Menindaklanjuti hal tersebut, Sudaryono telah memerintahkan pemberhentian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat, menutup dapur yang bersangkutan, serta menjamin seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya. Pihaknya juga berjanji menindak tegas siapa pun yang lalai tanpa pandang bulu.

Tangisan dan permohonan maaf Sudaryono ini menjadi bukti keseriusan beliau memimpin, namun juga menjadi pengingat bahwa kepedulian saja belum cukup. Masyarakat berharap langkah nyata dan pengawasan ketat segera diberlakukan di seluruh pelosok negeri, agar program mulia ini benar-benar terjaga keamanannya dan tidak lagi menelan korban.

Dengan nada suara yang bercampur antara marah mendalam dan kesedihan yang tulus, beliau menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua dan keluarga korban. “Saya minta maaf sebesar-besarnya. Hati saya hancur melihat anak-anak kita sakit. Saya marah, sekaligus saya sangat sedih. Ini bukan sekadar masalah administrasi, ini masalah nyawa manusia!” tegasnya.

Beliau menegaskan target mutlak yang harus dipatuhi seluruh jajaran: “Saya tidak butuh angka keracunan menurun sedikit demi sedikit. Saya menuntut NOL KASUS KERACUNAN! Satu orang pun tidak boleh ada yang sakit karena makanan dari program ini”.

Diketahui insiden ini terjadi akibat kelalaian fatal, di mana ratusan ekor ikan yang seharusnya disimpan dalam pendingin justru dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari 12 jam sehingga tidak layak dikonsumsi. Sebagai tindak lanjut tegas, Sudaryono telah memerintahkan:

Menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan

Memecat Kepala SPPG yang lalai

Menjamin seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya

Membuka jalan bagi penyelidikan hukum jika ditemukan unsur pelanggaran lebih lanjut

Di hadapan orang tua yang sedang berduka dan kecewa, beliau dengan rendah hati berkata: “Silakan luapkan kemarahan kepada saya. Saya terima semuanya. Saya mengerti perasaan Bapak Ibu, karena saya pun seorang ayah”.

Terakhir, Sudaryono berjanji akan memperketat pengawasan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Tanah Karo, serta tetap membuka diri menerima laporan dan aduan dari masyarakat demi perbaikan bersama dan keselamatan anak-anak bangsa .

 

Terkait musibah yang dialami Siswa- Siswi SMA Negeri 1 Berastagi Tanah Karo Sumatera Utara, Ketua Umum Forwarspam-RI SULENO disampingi Haru Yudhistira Sekretaris Jenderal dan Syahrul Anwar di hotel.Danau Toba Medan Selasa (18-08-2026) berikan komentar ” Forum Wartawan LSM Pagar Merbau Republik Indonesia ( FORWARSPAM – RI ) Berikan apresiasi yang mendalam kepada Sudaryono Kepala MBG Nasional yang telah turun langsung meninjau para korban keracunan di rumah sakit Haji Medan sebagai rasa kepedulian bentuk prihatinan mendalam merasakan apa yang dialami para siswa siswi SMAN 1 Berastagi Tanah Karo dan memberikan ketegasan menutup SPPG yang bermasalah serta memberikan luang kepada aparat penegak hukum bila terdapat pelanggaran yang harus di selesaikan dalam proses penegakan hukum dan aturan undang undang yang berlaku , Forwarspam-RI berharap kedepannya jangan terjadi hal yang sama karena tujuan presiden Republik Indonesia dalam hal MBG sungguh sangat mulia yaitu memberikan makanan gratis untuk menunjang kesehatan yang lebih baik serta mengatasi stunting menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera , kepada para siswa dan siswi yang mengalami musibah segera sehat dan sembuh sehingga dapat melaksanakan aktivitas belajar dengan baik kembali ” pungkasnya

( Bambang Hendrawan/. Syahrul Anwar))

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *