Home / Nias / Beberapa Aspek Yang Diduga Menjadi Penyebab Pengaspalan Ruas Jalan Lolowua-Dola, Ini Penjelasan Supervisi Pengawasan

Beberapa Aspek Yang Diduga Menjadi Penyebab Pengaspalan Ruas Jalan Lolowua-Dola, Ini Penjelasan Supervisi Pengawasan

Nias – Srikandinews.Com. Pasca diberitakan beberapa media terkait pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Lolowua-Dola Pekaitan bernilai Rp. 31.220.932.000.00., (Tiga puluh satu milyar dua ratus dua puluh juta sembilan ratus tiga puluh dua ribu Rupiah) yang dikerjakan oleh PT. Karunia Sejahtera Sejati dari dana APBD PROV. Sumatera Utara TA. 2025 yang kurang lebih dua minggu mulai dikerjakan pengaspalan yang diduga mengalami retak akhirnya pihak Supervisi Pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Provinsi Sumatera utara memberikan jawaban dan keterangan. Minggu (19/10/25 pada pukul 18.23 Wib sore.

M. Yanuel, ST. Sebagai Supervisi Pengawasan dalam keterangannya menyampaikan;

1. Terkait masalah material dasar yang tidak memenuhi standar, seperti tanah yang tidak stabil atau material timbunan yang kurang padat, serta persiapan lahan yang kurang baik, dan seperti kurangnya pemadatan atau drainase yang buruk, dapat menyebabkan penurunan dan kerusakan pada lapisan aspal di atasnya.

2. ketidaksesuaian Proporsi Campuran (Mix Design): Proporsi aspal yang kurang dalam campuran, serta penggunaan agregat yang tidak sesuai spesifikasi, dapat menyebabkan hasil pengaspalan menjadi tidak padat dan permukaan jalan menjadi kasar.

3. Masalah Suhu Aspal: Suhu aspal yang terlalu rendah atau terlalu tinggi saat penghamparan dapat merusak kualitas aspal dan menyebabkan jalan cepat rusak.

4. Proses pemadatan yang tidak optimal: Pemadatan yang tidak memadai, serta penggunaan peralatan pemadatan yang tidak sesuai, dapat menghasilkan lapisan aspal yang berongga dan tidak stabil.

5. Kondisi Lingkungan dan Cuaca: Suhu udara yang rendah dan kehadiran air dapat menghambat ikatan antara aspal dan agregat, sehingga jalan menjadi rentan terhadap kerusakan.

6. Kurangnya Lapis Perekat (Tack Coat atau Prime Coat): tidak digunakannya lapis perekat dapat menyebabkan lapisan aspal terkelupas atau tidak menyatu dengan baik dengan permukaan di bawahnya.

7. Kualitas Pelaksanaan Konstruksi jalan: Penggunaan material berkualitas rendah, peralatan yang tidak memadai, dan kurangnya pengujian mutu yang tepat dapat berdampak negatif pada hasil akhir.

8. Raveling: Kondisi ketika partikel agregat terlepas dari permukaan aspal, menyebabkan tekstur permukaan yang kasar dan tidak rata.

“Masalah material dasar: Material yg digunakan adalah material dari Quary dan Stone cruser dimana materialnya sudah diuji dan dinyatakan layak dari laboratorium Politeknik dibawah pengawasan 3 unsur”.

Ketidaksesuaian proporsi: JMF yang digunakan berdasarkan hasil uji material dengan berpedoman pada JMD.
masalah Suhu Aspal: Suhu aspal pada saat penghamparan sesuai dengan ketentuan, dibuktikan dan pengecekan pada saat penuangan dari truk ke alat penghampar yaitu finisher.

Proses pemadatan: proses pemadatan sudah memenuhi standar, dimana dapat dibuktikan dengan hasil sandcone kepadatan pada 99,8 – 101 bahkan 102 ℅.

Lapis peresab/perekat: lapis perekat yg digunakan adalah jenis emulsi dengan ketebalan yg sudah memadai antara 0,5-1 liter M². hal ini dapat diketahui test paper setiap pelaksanaan dan pelaburan emulsi jenis primecoat.

Kondisi Segregasi atau Raveling adalah lazim pada setiap permukaan base, namun permukaan yg sudah segregasi selalu diperbaiki sehingga kondisi base tetap stabil dan pada saat pengaspalan permukaan base selalu dibersihkan terlebih dahulu dengan mesin compresor. katanya

“Lebihlanjut, permasalahan utama yang dihadapi saat ini adalah bukan soal kualitas, tetapi kondisi cuaca yang sangat tidak menentu, apalagi dengan kondisi hujan terus menerus. sehingga pelaksanaan pekerjaan harus kejar-kejaran dengan kondisi cuaca.” ucapnya M. Yanuel, ST.

Kemudian, bahwa segala bentuk kerusakan baik base maupun lapis aspal, akan segera diperbaiki. kontraktor sudah menerima surat peringatan/Site Instruksi dimana salah satunya adalah tidak akan diijinkan untuk melaksanakan pengaspalan lapis aus/AC-WC, jika permukaan base dan Aspal lapis AC-BC tidak diperbaiki terlebih dahulu, dibeberapa titik yang mengalami keretakan. hal ini sudah disampaikan secara tegas, dan pihak penyedia jasa
(PT. Karunia Sejahtera Sejati) sepakat dan setuju untuk melaksanakan perintah tersebut. ucapnya sebagai Supervisi Pengawasan M. Yanuel, ST. Mengakhiri

(Laporan Tim Red)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *