Kepri,srikandinews.com Pekerja dan penekun seni dan budaya yang ada di Kepri umum dan belum sepenuhnya mendapatkan porsi sokongan dari pemerintah maupun pihak swasta,sehingga seperti pementasan drama atau bangsawan kian tahun makin terjerembab.
Misalkan salah satu seni bangsawan yang telah 24 tahun mengasah peran di atas panggung sebagai simbol kerajaan di masa lalu, hingga kinipun hidup para pelakonnya mencari sesuap nasi dengan tenaga sendiri.
Memang miris sekali,,bentuk perhatian dari kalangan pemangku kepentingan seperti desa bupati dan gubernur sekalipun masih enggan memberikan bentuk perhatiannya, namun para pelakunnya yang tergabung di sanggar Sri Mahligai Lingga tetap semangat jika akan mengadakan pementasan ungkap salah seorang pelaku utama panggilan Edam muda.
Dan para pelakun sanggar SML itu sangatlah berkeinginan menjajal kebolehan nya di luar negeri seperti Singapura Malaysia dan Brunai Darussalam,karena negeri itu Ada kesamaan dalam sejarah dan budaya Melayu tambah Edam namun itu hanya mimpi yang belum terwujud
Untuk mendapatkan anggaran latihan perbulannya,para pengurus dan pelakonnya terpaksa mengemis ke pejabat pemerintah lingga yang ada di kabupaten lingga.
Apa yang sanggar ini lakukan sudah 24 tahun lamanya semata mata demi melestarikan nilai sejarah dan budaya dan salah satunya seni teater bangsawan yang ada di lingga khususnya dan Kepri umumnya.
Pada perhelatan Pekan Budaya Melayu Kepri, yang telah usai Sanggar Sri Mahligai Lingga dapat tiket untuk mengisi pementasan di lapangan pamedan 27 Juli 2023 malam harinya dan para penonton sangat terpukau sekali atas pementasan bangsawan itu karena peran dialog dan logat tidak kurang dengan kisah dalam sebuah kerajaan Riau lingga Johor dahulu serta sudah selayaknya bangsawan ini di jadikan filem filem yang kita tonton saban hari di televisi.Aman
Srikandinews media online