Home / Lampung / Bak Kubangan Kerbau..! Jalan Provinsi di Kecamatan Pulau Panggung Mendesak Diperbaiki

Bak Kubangan Kerbau..! Jalan Provinsi di Kecamatan Pulau Panggung Mendesak Diperbaiki

Tanggamus, Lampung – Srikandinews.com. Banyaknya jalan yang rusak di Tanah Air saat musim penghujan tiba menjadi pekerjaan rumah yang tidak ada hentinya bagi Pemerintah. Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban dan kerugian harta benda akibat terperosok, terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak tersebut.

Kondisi demikian juga terjadi di sepanjang jalan Provinsi yang ada di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Dari pantauan Awak Media ini, Rabu (01/02/2023), jalan rusak mulai terjadi di area Pekon Sindang Marga, Gedong Agung, Penantian, Muara Dua, Tekad, Pulau Panggung Gunung Meraksa dan Tanjung Begelung.

Beberapa keluhan masyarakat pengguna jalan tersebut meminta Pemerintah Provinsi dan Dinas Terkait untuk memperbaiki.

Ganda (37) menyatakan bahwa, jalan rusak sudah lebih setahun tidak diperbaiki. Bahkan jalan provinsi diabaikan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

“Jalan provinsi ini tolong diperbaiki segera, karena menganggu aktivitas masyarakat dalam menggunakan jalan,” kata ganda. Bukti pembangunan harus dirasakan masyarakat dengan kondisi jalan yang layak dan bagus untuk kendaraan bermotor. “Pemerintah jangan tutup mata dengan kondisi jalan rusak. Sudah banyak makan korban. Ini pelanggaran HAM,” kecam ganda kesal.

Senada dengan Ganda, Soemadi(47), juga mengecam keras Pemerintah Provinsi dan Pemda Tanggamus yang mengabaikan jalan rusak seperti kubangan kerbau saat musim hujan.

” Jalan rusak sudah banyak menelan korban pengguna jalan, tolonglah segera diperbaiki,” Soemadi.

Sementara itu, Madi,  memaparkan pengalamannya tentang mobil yang rusak, kecelakaan hampir terjadi tiap hari dan genangan air sepanjang jalan juga memberi kontribusi dalam kerusakan jalan.

“Teganya pemerintah kepada rakyat kok infrastruktur jalan tidak diperbaiki,” kata Madi.

Lain halnya dengan Wakwing (32), Sopir mobil yang menggunakan jalan di sepanjang Pulau Panggung, kepada media ini menjelaskan bahwa, kerusakan jalan di sepanjang Pulau Panggung disebabkan oleh Drainase sepanjang kanan kiri jalan yang membuat kubangan air sehingga jalan cepat rusak.

Menurut Wakwing, selain itu, mobil proyek Pertamina Geothermal Ulu Belu juga memberi andil terhadap kerusakan jalan.

“Kendaraan Proyek Geothermal juga memperparah kondisi jalan rusak karena beban kendaraan berat dan badan jalan sempit. Seharusnya Pertamina Geothermal juga andil memperbaiki jalan, Mereka kan berkontribusi besar dalam kerusakan jalan,” ucapnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu, jika perhatian pemerintah untuk membangun jalan ini terealisir maka pembangunan bisa merata. Termasuk jalan sebagai komponen penting indikator pembangunan di desa. Sebaliknya, jika pembangunan jalan tidak dilaksanakan maka siap-siaplah rakyat akan berpaling untuk memilih Pejabat yang berpihak rakyat.   (Dodi).

Editor : Wesly (Asesor Sertifikasi Kompetensi Wartawan/SKW).

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *