
Nias – Srikandinews.com, Situasi akses jalan yang tertimbun longsor, terutama yang melumpuhkan konektivitas antar desa memicu harapan besar warga kepada pemerintah untuk segera melakukan tindakan perbaikan.

Hal ini terjadi, diwilayah Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara setelah akses jalan penghubung tertimbun material longsor akibat hujan dengan intensitas.
Pantauan, kondisi geografis desa yang berada didataran tinggi dengan struktur tanah labil memperparah risiko terjadinya longsor. Dimana, tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor setelah hujan deras menerjang Desa tersebut. Akibatnya, jalan antar desa tertutup material sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Salah satu warga mengatakan bahwa material longsor yang menutupi akses jalan tersebut terjadi pada rabu kemarin, sekitar pukul 16:00 Wib dan setelah beberapa hari hingga sampai saat ini material longsor masih dibiarkan begitu saja.
Dia menyebut, jalan yang tertutup tanah longsor merupakan jalan penghubung antara desa Ladea dan Desa Sisobahili. Selain itu, Penghubung antara desa Tuhegeo II Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Meski demikian, warga memastikan tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kejadian tersebut.
“Ruas jalan yang tertimbun longsor tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dan sangat berdampak bagi beberapa desa karena akses jalan ini digunakan oleh warga yang paling dekat dilalui untuk menuju ke jalan nasional. Sedangkan, Jalan lain harus memutar jauh, “Jelasnya. Jumat (10/04/2026).
Dia juga merasa khawatir, timbunan material longsor memanjang hingga 30 meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan. Tak hanya itu, ujung material longsor juga hampir mencapai dekat pemukiman warga.
Meski demikian, mengaku dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan meminta bantuan ke pemerintah atau dinas terkait agar segera menurunkan alat berat untuk pembersihan timbunan tanah longsor karena tebalnya material tanah.
“Karena ini betul-betul akses utama warga ke kota dan begitu juga para siswa SD, SMP dan SMA untuk mendapatkan pendidikan, “tandasnya.
Ditempat yang sama, salah seorang warga bermarga Bate’e yang merupakan pengendara roda dua mengatakan bahwa sudah 2 hari pasca tertimbun bahan material longsor, namun belum ada tindakan pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan seperti ada pembiaran agar terisolasi terlalu lama.
Padahal, pihak dinas terkait telah berjanji membuka kembali jalan yang tertutup, namun hingga kini material longsor masih menutup jalan.
“Tentunya besar harapan kita kepada pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan agar akses bisa kembali dilalui, “Pungkasnya.
(✍️Tim Bersambung✍️)
Srikandinews media online