Home / Gunungsitoli / Warga Kecewa, Baru Di Perbaikan Jalan Miga-Lolowua Kembali Rusak

Warga Kecewa, Baru Di Perbaikan Jalan Miga-Lolowua Kembali Rusak

Gunungsitoli – Srikandinews.com. Pekerjaan perbaikan infrastruktur Ruas jalan MIGA-LOLOWUA dengan PPN Provinsi Tahun 2025 dengan anggaran dana berkisar Rp 28 Miliar yang di kerjakan oleh PT. ADIDAYA CIPTA SENTOSA ini dikeluhkan warga. Warga menilai proyek tersebut asal-asalan saja sebab jalan kembali rusak dalam waktu sekitar beberapa hari di kerjakan. parahnya lagi kerusakan jalan berupa retak aspal yang mengalami jalan rusak terjadi di lokasi jalan yang diperbaiki itu. selasa (18/11/25)

Jalan arah Nias tengah Miga-lolowua khususnya desa Hiligodu dan di desa tetehosi, saat ini sangat memprihatinkan. retak aspal jalan yang menyebabkan jalan rusak sudah mencapai separuh badan jalan. padahal di lokasi tersebut telah dilakukan bangunan pendukung melalui proyek perbaikan jalan di tahun 2025 ini. namun kondisi bangunan pendukung yang belum lama di perbaiki dari beberapa hari lalu terus ditimbun dan langsung di aspal. sehingga akibat kelalaian pihak kontraktor kembali rusak hampir seperti sebelumnya.

Kondisi seperti itu juga terjadi di titik jalan longsor yang sudah rusak sebelumnya di simpang pekan desa hiligodu. retak aspal jalan juga ada di desa tetehosi ombalota itu. di lokasi tersebut sebelumnya juga sudah ada longsor pada jalan yang rusak. Namun belakangan aspal-aspal yang baru di aspal itu kembali retak sehingga jalan jadi rusak.

Pantauan wartawan di lapangan, di lokasi beberapa desa itu ada dua titik jalan yang retak. besaran retak dengan empat meter diatas satu meter itu umumnya terjadi di lokasi tetehosi ombolata.

Menurut warga sekitar, kerusakan jalan itu karena proyek perbaikan jalan sebelumnya tidak memperhitungkan ketinggian ataupun kemiringan jalan. bahkan baru beberapa hari siap bangunan pendukung langsung di timbun kemudian mereka aspal sehingga saat hujan air akan tergenang diatas bahu jalan dan lambat laut karena sering dilalui kendaraan berat aspal jalan itu jadi retak dan rusak.

“Ini yang harus diperhatikan pemerintah. kerusakan jalan ini umumnya di lokasi jalan yang ada terendam air saat hujan. seharusnya diperhitungkan dari awal. kalau tidak ya ditambal berkali-kalipun tetap akan seperti ini. Sia-sia jadinya,” ujar seorang warga.

Warga berharap agar kedepanya, pemerintah juga mempertimbangkan ketinggian jalan agar proyek perbaikan jalan tidak sia-sia seperti itu lagi.

“Kasian anggaran beberapa miliaran rupiah, tapi sebulan sudah rusak lagi. pemerintah harus tegas dengan kontraktor agar tidak seperti ini lagi,” tutur warga lainnya.

(✍️Tim Bersambung✍️)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *