
Kepri – srikandinews.com. Pantun itu merupakan ungkapan lembut kiasan serta titah seseorang untuk menunjukan sesuatu benda atau manusia,dan dengan patun itu jugalah suatu cara manusia sebagai sarana komunikasi di era zaman kerajaan ketika dahulu
Memang pantun ini suatu komunikasi yang lama telah ada di zaman pemerintahan kerajaan khususnya di raja raja Riau Lingga hingga sampai ke Malaysia.
Dan yang sering di lakukan oleh pemantun itu ketika akan mengadakan perhelatan pernikahan, seperti penghantaran perminangan antara pihak lelaki dan perempuan.
Selain itu,pantun juga sering di lakukan oleh para pejabat untuk kegiatan kedinasan serta di pidato pembuka acara.
Nah,ketika pantun ini tidak di jaga serta dilestarikan hingga sekarang, dikawatirkan akan mengalami keruntuhan serta juga bakal hilang dalam peradaban Melayu yang ada di Kepri.
Di kegiatan Pekan Budaya Melayu Kepri Riau, yang di gagas oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kepri,maka pantun segera dimsukan ke warisan besar warisan dunia.
Untuk mencapai hal tersebut,maka di kegiatan pekan budaya’Melayu Kepri, BPK telah mengadakan workshop pantun di aula BPK jalan Pramuka no 7 Tanjungpinang pada tanggal 25 sampai 26 Juli 2023 yang telah lewat.
Dan banyak narasumber yang telah mengisi kegiatan itu,baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia yang telah menyalurkan ilmunya kepada peserta workshop tersebut.
Selain hadir pemantun legenda maestro pantun Alipon ada juga pemantun kaum muda Zainal dan kawan kawan yang telah memberikan bibit bibit ilmu dalam berpantun dan penulisan pantun.
Srikandinews media online