
Tanjungpinang – Srikandinews.com. Peringatan hari jadi ke-19 Provinsi Kepri bakal digelar secara sederhana. Sebagian besar undangan akan mengikuti upacara peringatan hari jadi secara daring. Masyarakat dapat mengikuti jalannya upacara setidaknya melalui lima kanal berbeda.
“Ada TV Tpi, Go TV, Tribun dan RRI yang akan menyiarkan jalannya upacara secara liva streaming dari Gedung Daerah. Nanti Dinas Kominfo yang akan menyediakan jaringannya. Nanti kita juga akan ditayangkan di beberapa TV nasional,” ujar Hasan, Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Provinsi Kepri saat menghadiri rapat persiapan, Rabu (15/9).
Dinas Kominfo Kepri akan menyediakan 200 Mbps untuk keperluan upacara peringatan hari jadi tersebut. Jumlah ini lebih besar dari saat upacara peringatan HUT RI ke-76, Agustus lalu.
“Sekarang ini lebih besar. Karena ujar Pak Karo Humas kemarin, ada empat media diluar Pemprov Kepri yang akan melakukan siaran langsung dari Gedung Daerah. Idealnya itu 20 Mbps per stasiun saat streaming, jadi kita siapkan 200 Mbps,” sebut Deri Noverlian, Plt Kabid E-Government pada Dinas Kominfo Kepri, Jumat (17/9).
Disamping itu Biro Humas juga akan melakukan siaran langsung melalui media sosial dan kanal Youtube. Dinas Kominfo Kepri juga akan menyiarkan melalui youtube channel KCS Kepri Cyber System. “Nanti kita akan manfaatkan gambar dari media yang live, kita siarkan di Humas dan Kominfo,” tambah Deri.
Untuk persiapan tersebut, Kominfo Kepri akan mendata perangkat-perangkat yang akan digunakan media untuk melakukan siaran, agar tidak terjadi looping. “Kemarin saat STQ kita terjadi looping, karena permasalahan teknis. Yang harusnya dicolokkan itu kabel input dan output, malah dua-dua yang dimasukan output. Jadinya bentrok,” terang Deri.
Agar tidak terjadi kesalahan serupa, ia minta pada Bagian Protokol agar dilakukan gladi bersih minimal dua hari sebelum acara. “Jadi kalau ada kekurangan baik itu dari Kominfo maupun dari pihak lain, bisa dipenuhi,” tambah Deri.
Selain itu akan disediakan Zoom Meeting untuk 1000 tamu undangan secara daring. Yaitu untuk kabupaten dan kota yang tidak bisa hadir secara langsung di Gedung Daerah. Juga untuk pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Kepri, partai politik, LSM, kepala sekolah dan undangan lain.
“Untuk HUT RI kemarin juga kita siapkan untuk 1000 partisipan, tapi yang terisi 700. Tapi kalau dari sekarang kita publikasi, bisa saja 1000 itu kurang. Karena seperti organisasi kemahasiswaan di luar daerah dan juga masyarakat Kepri diluar daerah, bisa saja ramai,” ungkap Deri.
Untuk menjadi perhatian, peserta upacara secara daring juga diminta mengenakan baju kurung berwarna putih, bertanjak bagi yang laki-laki.(Oyo).
Srikandinews media online