Home / Bintan / Bintan Tourism Institute Tidak Di Anggarkan Kab. Bintan Karena itu Kewenangan Pemerintah Pusat

Bintan Tourism Institute Tidak Di Anggarkan Kab. Bintan Karena itu Kewenangan Pemerintah Pusat

Bintan – Srikandinews.Com. Tourism Institute ( BTI ) adalah Sekolah Pendidikan Program Diploma, dimana sebelumnya BTI ini merupakan salah satu pendidikan program diploma yang di prakarsai oleh Bapak H. Ansar Ahmad semasa kepemimpinan beliau menjabat Bupati Bintan. Dimana tujuannya adalah semata mata untuk memberikan jenjang pendidikan keahlian yang lebih baik bagi seluruh anak bintan.

Sejak pengalihan kewenangan pada waktu itu maka dilepaskannya BTI Bintan Tourism Institute oleh Pemerintah Kabupaten Bintan di Tahun 2016, BTI sudah mulai mengembangkan diri secara profesional. Alasan Pemerintah Kabupaten Bintan melepaskan atau tidak lagi menganggarkan kembali BTI ini karena pemerintah kabupaten bintan tidak mempunyai kebijakan dan kewenangan dalam menanganinya lagi, karena itu sudah menjadi tanggung jawab dan kewenangan pemerintah propinsi sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat, dan BTI itu sendiri merupakan sekolah pendidikan program diploma.

Jadi sudah cukup jelas kalau kewenangan itu, sejak tahun 2016 Pemkab bintan sudah tidak memilikinya lagi dalam membiayainya, dan apabila itu dipaksakan maka pemkab bintan akan menyalahi aturan PerUndang Undangan, dan jika itu tetap dianggarkan juga, maka pemkab bintan akan dianggap menyalahi kebijakan dan kewenangan tersebut. Maka dari itulah, BTI yang berada di Kijang sejak tahun 2017 sudah seharusnya di ambil alih oleh pemerintah propinsi karena kewenangan itu ada disana untuk bisa terus dikembangkan.

Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi media ini menyampaikan ” seharusnya calon pemimpin itu haruslah bijak dalam berkata kata jangan suka membanding bandingkan, jika memang harus membandingkan seharusnya diperjelas, Politeknik dan Institute itukan mempunyai perbedaan dan perbedaan itu haruslah disampaikan juga sehingga tidak menimbulkan opini yang kurang baik dimasyarakat, jadilah pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya, sehingga masyarakat dapat dan mampu menilai mana pemimpin yang bijak, apalagi disaat seperti ini dimana kita sudah memasuki tahun Pemilukada, pungkasnya.

(Red)

Share this:

About srikaninews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.